Ini Tips Tetap Bisa Vaksinansi di Bulan Ramadan

Vaksinansi saat Ramadan tentu boleh. Karena vaksinnya disuntikkan, bukan diminum.

Humas RSMH Palembang
Proses vaksinansi untuk Nakes dengan usia diatas 60 tahun di RSMH Palembang, Selasa (9/2/2021). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Saat bulan Ramadan Proses vaksinansi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus dilakukan.

Terlebih sudah ada fatwah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

Ahli Mikrobiologi Prof. Dr. dr. Yuwono, M. Biomed, vaksinansi saat Ramadan tentu boleh. Karena vaksinnya disuntikkan, bukan diminum.

"Karena ini Ramadan harapannya rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan membuka jadwal vaksinansi dimajukan pagi hari, misal jadi pukul 8.00 WIB," kata Prof Yuwono, Senin (12/4/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, kenapa perlu pagi? Misal sahur pukul 4.00 WIB, maka pukul 8.00 WIB makanan sudah tercerna sempurna jadi bagus kalau mau vaksinansi. Tapi kalau vaksinansinya di atas pukul 10.00 WIB mulai agak lemas.

Prof Yuwono pun memberikan tips vaksinansi saat bulan Ramadan yaitu, pertama jangan lupa sahur. Sahurnya harus cukup, kira-kira satu piring atau 900 kalori.

Kedua jangan begadang, tidur 6 jam misal pukul 22.00 WIB tidur dan bagun pukul 4.00 WIB, lalu sahur.

Baca juga: Ini Komentar Prof Yuwono Tentang Tes Covid-19 Menggunakan Air Liur

Terkakhir pastikan memang sehat, tidak punya komorbid yang kronis.

Lalu kalau setelah vaksinansi ternyata ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)? Menurut Prof Yuwono, kalau kena KIPI nggak jadi masalah batalkan saja. Karena berpuasa itu orang-orang yang benar-benar dalam keadaan sehat.

"Di Al-Qur'an disebutkan, kalau kamu dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan boleh membatalkan puasa. Karena nanti bisa diganti di hari lain," jelasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved