Ini Komentar Prof Yuwono Tentang Tes Covid-19 Menggunakan Air Liur

Tes Covid-19 kini juga bisa menggunakan air liur. Virus Covid-19 ini bisa ditemukan di air mata, lalu cairan dari hidung, cairan dari mulut dan lainny

Tribunsumselwiki/Linda
Ahli Mikrobiologi Prof. Dr. dr. Yuwono, M. Biomed 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Tes Covid-19 kini juga bisa menggunakan air liur. Terkait hal tersebut menurut Prof. Dr. dr. Yuwono, M. Biomed, itu salah satu bentuk pilihan untuk masyarakat.

"Ini bisa jadi pilihan saja, karena ada beberapa konsumen inginnya beda-beda. Makin banyak pilihan makin bagus," kata Prof Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (26/3/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, namun jangan diabaikan, harusnya diumumkan ini untuk memastikan atau skrining.

"Kalau menurut saya ini untuk memastikan. Saya yakin deteksinya molikular, jadi sampelnya nanti bisa di tes menggunakan PCR atau apapun," katanya.

Prof Yuwono menjelaskan, virus Covid-19 ini bisa ditemukan di air mata, lalu cairan dari hidung, cairan dari mulut, cairan dari lambung, lalu paru-paru, dan dari darah.

"Dari air liur ini kadarnya rendah, karena ada enzim yang relatif bisa menghambat untuk menemukan virus dalam keadaan utuh atau terdeteksi," katanya.

Menurutnya, kalau untuk keadaan tertentu misal untuk orang yang ingin menghindari rasa sakit dan kalau memerlukan menggunakan ini ya silakan saja tidak apa-apa.

"Untuk sensitivitasnya atau akurasi lebih rendah ketimbang dari swab hidung atau paru-paru. Akurasinya kisaran 60-70 persen," katanya.

Prof Yuwono yang juga sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Pusri mengatakan, untuk di Pusri kalau sejauh ini belum akan menggunakan itu.

"Karena untuk alat yang ada juga belum termanfaatkan dengan banyak.
Kalau terkait tarif yang dikisaran Rp 450 ribu itu relatif murah karena kalau pakai PCR nggak bisa dibawah Rp 600 ribu," katanya.

Menurutnya, kalau untuk alat yang tes menggunakan air liur alatnya sekarang uda nggak terlalu mahal.

Kalau dulu di atas Rp 100 juta kalau sekarang dibawah Rp 100 jutan.

"Kalau saran saya masih bagus pakai PCR yang sudah terbukti. Mungkin ini penghargaan inovasi, kalau GeNose saya apresiasi karena bagus. Jadi untuk perjalanan lebih cepat hasilnya dan bagus," tutupnya.

Sebelumnya Prof Yuwono juga mengatakan, virus Covid-19 ini lengket nya di reseptor ACE2, reseptor ACE2 ini adanya di mukosa atau epitel.

Jadi intinya bukan masalah air liurnya tapi air liur itu dimulut dan mulut ada mukosanya karena ada reseptor.

Lebih lanjut ia mengatakan, jadi sangat mungkin virus itu ada disitu dan larut di air liur.

"Saya belum mencoba karena memang prioritas nya belum kesana. Kalau dari kadarnya tentu akan lebih banyak swab melalui ronga hidung dan tenggorokan. Sedang kalau pakai liur lebih sedikit, tapi tetap bisa terdeteksi kalau positif," ungkapnya.

Menurutnya, kalau tidak salah di Israel punya alat pendeteksi air liur yang lebih canggih dan kuat serta lebih sensitif, sehingga hasilnya lebih cepat terdeteksi. Karena cukup ngiler saja bisa terdeteksi.

Baca juga: Anggaran Penanganan Covid-19 di Palembang Capai Rp 480 Miliar, Ini Rinciannya

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved