Indah, Traveller Asal Palembang Cerita Tentang ELTE, Pernah Ditilang di Luar Negeri

ETLE mulai diberlakukan di beberapa daerah yang ada di Indonesia, termasuk akan diberlakukan di Palembang.

Tribunsumselwiki/Linda
Indah Rizky Ariani 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai diberlakukan di beberapa daerah yang ada di Indonesia, termasuk akan diberlakukan di Palembang.

Menurut Traveller asal Palembang, Indah Rizky Ariani, SE MM, kebijakan ini sangat bagus sekali untuk diterapkan di Indonesia sebagai negara yang maju.

Hal ini merupakan inovasi dan komitmen yang sangat bagus bagi kepolisian Republik Indonesia.

"Sekarang adalah era digitalisasi dimana kita memang harus bisa "bersahabat" dengan teknologi," kata Indah yang bekerja sebagai pengusaha, Sabtu (27/3/2021).

Ia malah sangat berharap hal ini diterapkan sejak lama seperti negara lain yang lebih dulu menerapkannya.

Indah Rizky Ariani
Indah Rizky Ariani (Tribunsumselwiki/Linda)

Indah yang juga sebagai Influencer mengatakan, memang ada beberapa plus minus yang bisa disimpulkan dari berbagai sudut pandang.

Di mata masyarakat tentu hal ini sedikit menyulitkan apalagi untuk masyarakat yang kurang disiplin.

Tapi mudah-mudahan seiring dengan waktu disiplin akan menjadi budaya melekat bagi bangsa kita.

Sedang nilai positifnya, bagi masyarakat awam adalah yang pertama tindakan ini akan menjadi efektif, karena tidak ada nya campur tangan alias interaksi antar petugas dan masyarakat. Tentu dengan adanya elektronik tilang, ini akan mengurangi praktik kecurangan.

"Ini seperti menjadi edukasi tidak langsung kepada masyarakat Indonesia, untuk taat berlalu lintas tanpa diawasi yang besar kaitannya dengan kedisiplinan juga etika berkendara," kata Ketua PKK Kecamatan Kemuning Palembang.

Lalu selain efektivitas maka adanya efisiensi bagi aparat penegak hukum, dengan adanya elektronik tilang ini seluruh aktivitas pelanggaran bisa dideteksi dalam waktu 24 jam nonstop.

Jadi tidak tebang pilih, adil dan merata bahkan memiliki bukti yang valid ini bisa meminimalisir personil yang turun di lapangan.

Bahkan mungkin saja bisa dipusatkan dengan pengawasan kejahatan lainnya di jalanan. Ada banyak sekali nilai positif lainnya.

"Untuk sisi negatif misalnya diawal penerapan ETLE ini tentu akan menjadi hal yang sangat merepotkan bagi petugas, maka dibutuhkan sekali sosialisasi yang baik," kata wanita yang punya pengalaman menyetir 18 negara Eropa dalam waktu 2 minggu.

Menurutnya, dalam mensosialisasikan kepada masyarakat juga perlu melibatkan banyak pihak seperti selebgram, influencer, media, televisi dan lain-lain.

Apalagi masih banyak juga orang yang belum melek teknologi, misalnya orang orang tua yang tidak "berteman" dengan teknologi.

Jika sosialisasi kurang dilakukan, maka justru lalu lintas akan lebih kacau lagi.

Jika sosialisasi dilakukan dengan "kencang" akan tersosialisasi dengan baik.

"Pengendara seharusnya bisa tertib berlalu lintas, dengan juga bisa menekan angka kecelakaan lalulintas," kata Indah, traveller yang pernah mengunjungi 46 negara di Dunia.

Dengan pengalamannya sebagai traveller yang sudah mengelilingi berbagai negara ia pun menceritakan,
berdasarkan pengalamannya di Australia dan Swiss memiliki aturan lebih ketat dibandingkan negara Eropa lain seperti Prancis, Belgia, Luxembourgh, Spanyol dan 17 negara lain di Eropa yang pernah ia jajal dengan kendaraan sendiri (menyetir sendiri).

Ikuti kami di
KOMENTAR
548 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved