Dapur Cinta Hadirkan Kuliner Khas Palembang, Feby Deru Ingin Kenalkan ke Masyarakat

Dapur Cinta tak hanya menghadirkan aneka pempek juga menyajikan makanan (aneka jajanan pasar) seperti Srikayo Ijo, Srikayo dan lain-lain.

Humas Pemprov Sumsel
Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru bersama anggota TP PKK Sumsel berkunjung dan mencicipi kuliner yang tersaji di Dapur Cinta. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kuliner khas Sumatera Selatan (Sumsel) tak terbatas hanya pada pempek saja. Tentunya ada beragam kuliner yang menggugah selera yang patut di cicipi.

Nah di Palembang ada salah satu
destinasi wisata kuliner khas Palembang yaitu Kampung Bingen yang berlokasi di Jalan KH. Azhari, Lorong Waspada, 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II.

Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru bersama anggota TP PKK Sumsel foto bersama saat berkunjung dan mencicipi kuliner yang tersaji di Dapur Cinta.
Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru bersama anggota TP PKK Sumsel foto bersama saat berkunjung dan mencicipi kuliner yang tersaji di Dapur Cinta. (Humas Provinsi Sumsel)

Selain sebagai sentra produksi rumahan kuliner jadul Palembang, seperti kue Pare, juga terdapat Warung Dapur Cinta yang berada persis di tepian sungai Musi dan berada di bawah Jembatan Musi VI.

Warung Dapur Cinta tak hanya menghadirkan aneka pempek juga menyajikan makanan (aneka jajanan pasar) seperti Srikayo Ijo, Srikayo Tape, Srikayo Jagung, Ongol-ongol, Kue Pare, Klepon, Putumayang, Mentu, Lemper, Gunjing, Gulo Puan, dan masih banyak lagi varian menu lainnya.

Beragam kuliner khas Sumsel yang ada di Dapur Cinta.
Beragam kuliner khas Sumsel yang ada di Dapur Cinta. (Humas Provinsi Sumsel)

Kampung Bingen ini memantik ketertarikan Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru untuk berkunjung dan mencicipi kuliner yang tersaji di Dapur Cinta, sebab ragam kuliner dan pangan termasuk bidang pembinaan pada Pokja 3 PKK.

Istri orang nomor satu di Sumsel itu pun tampak antusias mencicipi bermacam kuliner jadul yang tersedia.

Bersama Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, ia memilih sendiri makanan khas yang akan disantapnya.

"Ini tadi saya hitung sendiri, ada 25 macam makanan khas Palembang, selain aneka pempek," kata Feby beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Dapur Cinta.

Ia mengatakan, Ada Glenak, Gandus, Bluder, Nagosari, juga Gula Palu.

"Saya apresiasi apa yang dilakukan Dapur Cinta. Saya sendiri ingin mengangkat dan mengenalkan kuliner jadul ini kepada masyarakat," katanya.

Mempertahankan kuliner jadul khas Palembang ini, dinilai Feby merupakan langkah yang hebat.

Sebab dengan tetap adanya kuliner jadul yang bertahan hingga saat ini, maka generasi milenial dapat mengenal kekayaan warisan leluhur yang tersaji dalam bentuk kuliner.

Menurutnya, makanan khas Sumsel utamanya makanan khas Palembang ini banyak sekali.

Bahkan setiap daerah di 17 kabupaten/Kota di Sumsel ini juga punya makanan khas sendiri.

"Kuliner khas yang ada di Sumsel ini tak kalah lezat dengan kuliner provinsi lain," ungkapnya.

Kuliner jadul menurut Feby merupakan kekayaan dan kearifan lokal yang harus tetap terjaga keberadaannya agar generasi selanjutnya tetap mengetahui.

Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya saat mencoba langsung membuat kue pare di Dapur Cinta.
Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya saat mencoba langsung membuat kue pare di Dapur Cinta. (Humas Provinsi Sumsel)

"Pembinaan UMKM pun tetap PKK Sumsel lakukan bekerjasama dengan instansi terkait. Meskipun pandemi masih mendera, kita berusaha agar UMKM tetap bangkit," katanya.

Sementara itu Pemilik warung Dapur Cinta, Linda mengatakan, dirinya tak mengira Feby Deru bersama Fauziah Mawardi Yahya dan TP PKK Sumsel akan berkunjung ke warung miliknya.

Ia menyebutkan usaha warung kuliner yang dirintisnya sejak 4 bulan lalu itu semula diniatkan untuk membantu memberdayakan masyarakat sekitar dan anak muda setempat agar berdaya secara ekonomi.

"Kebetulan kampung ini kan memang penduduknya menekuni usaha kuliner khas Palembang, kuliner jadul seperti kue Pare dan lain-lain," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
541 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved