Gubernur Tinjau UMKM Penggilingan Ikan di I Ulu, Rencankan Akan Buat Tugu Replika Ikan Gabus

Penggilingan ikan yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Oxindo Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

Humas Provinsi Sumsel
Suasananya penggilingan ikan yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Oxindo Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Jumat (12/2/2021) 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Meskipun di hari libur, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) menyempatkan diri untuk mengunjungi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) penggilingan ikan yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Oxindo Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru saat mengunjungi UMKM penggilingan ikan yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Oxindo Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Jumat (12/2/2021)
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru saat mengunjungi UMKM penggilingan ikan yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Oxindo Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Jumat (12/2/2021) (Humas Provinsi Sumsel)

Saat kunjungan Herman Deru menegaskan dukungannya terhadap usaha-usaha yang dikelola langsung oleh warga tersebut. Terlebih di tengah pandemi covid-19 saat ini, UMKM termasuk tempat penggilingan ikan tetap eksis dan  berjalan, bahkan bisa menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat.

"Usaha kreatif seperti ini harus didukung oleh pemerintah. Pemprov, Pemkot, Pemkab, hingga Camat dan Lurah juga harus membackupnya, karena pelaku UMKM ini juga membantu kita menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," kata Herman Deru, Jumat (12/2/2021).

Bahkan, dia juga menginstruksikan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumsel untuk memberikan sertifikasi terhadap UMKM penggilingan ikan yang ada di Sumsel.

"Harus ada sertifikasi dari dinas terkait untuk UMKM penggilingan ikan ini. Dan disurati juga bupati dan walikota di Sumsel ini agar tempat penggilingan ikan di Sumsel ini juga mendapatkan sertifikasi," kata Deru.

Menurutnya, hal itu harus dilakukan agar para pengrajin panganan khas seperti pengrajin pempek, tekwan, model dan panganan khas lainnya mendapatkan sumber yang jelas terkait bahan baku daging ikan yang digunakan.

Suasana penggilingan ikan yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Oxindo Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Jumat (12/2/2021)
Suasana penggilingan ikan yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Oxindo Kelurahan 1 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Jumat (12/2/2021) (Humas Provinsi Sumsel)

"Sertifikasi ini juga agar pengrajin pempek, tekwan, dan model mendapatkan sumber daging ikan yang benar. Selain itu, ini juga dapat mencegah jangan sampai nama baik makanan khas kita tercoreng karena ulah segelintir orang dengan mencampur dengan daging ikan yang kurang baik atau dengan daging lainnya. Saya minta lurah dan camat mengawasi ini," tegasnya.

Dia juga mengingatkan, DKP Provinsi Sumsel untuk tidak memberikan syarat yang berbelit dalam pemberian sertifikasi tersebut.

"Sertifikasi juga jangan berbelit. Harus dipermudah. Dinas harus tinjau dan lihat langsung. Asal usaha baik dan lokasinya ada, bisa diberikan sertifikasi," tegasnya.

Disisi lain, Herman Deru juga berencana akan mendirikan tugu replika ikan gabus di lokasi penggilingan ikan tersebut. Hal itu sebagai simbol kreatifitas pelaku UMKM Sumsel.

"UMKM seperti ini sangat kita butuhkan, lapangan kerja tercipta karena keberadaanya. Kita akan membuat simbol sebagai bentuk kreatifitas masyarakat disini, nanti akan dikoordinir oleh kecamatan," katanya

Sementara itu, Pemilik Usaha Penggilingan Ikan Muzairi mengaku, usaha tersebut merupakan usaha turun temurun yang berdiri sejak tahun 1980. Dimana diketahui usaha penggilingan ikan tersebut kini memiliki sekitar 50 orang pegawai.

Baca juga: Ini 71 Event Pariwisata di Palembang dalam Calender of Event 2021

"Yang membantu usaha saya ini semuanya warga disini. Ini usaha turun menurun dari orang tua dan Alhamdulillah bisa membantu masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan, dalam sehari sedikitnya 10 ton ikan mulai dari ikan gabus, tenggiri dan ikan putak dilakukan penggilingan secara manual ditempat itu.

"Dalam satu kilo ikan menjadi 400 gram sampai 500 gram setelah digiling tergantung jenis ikan. Daging ikan yang sudah digiling disuplay ke sejumlah restoran pempek yang ada di Sumsel dan pulau Jawa," katanya.

Baca juga: Bakauheni Palembang Hanya 3,5 Jam

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved