Daftar Harga Karet Awal Februari, Hampir Sentuh Rp 19 Ribu

Harapannya harga karet masih tetap stabil di harga Rp 18.000 hingga Rp 19.000, untuk KKK 100 persen.

Sriwijaya Post.
Ilustrasi karet. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hingga kini masih fluktuatif.

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, pada hari Senin (1/2/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.548 per kg. Harga indikasi karet ini naik Rp 284 per kg dibandingkan harga Jumat (28/1/2021) yaitu Rp 18.264 per kg

Lalu untuk KKK 70 persen pada hari Senin diharga 12.984 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.129 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.274 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.419 per kg.

Pada hari Selasa (2/2/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.733 per kg. Harga indikasi karet ini naik Rp 185 per kg dibandingkan harga Senin (1/2/2021) yaitu Rp 18.548 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada hari Selasa diharga 13.113 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.240 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.367 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.493 per kg.

Baca juga: Kerupuk Bikar, Camilan Sehat Dari Biji Karet

Pada hari Rabu (3/2/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.606 per kg. Harga indikasi karet ini turun Rp 127 per kg dibandingkan harga Selasa (2/2/2021) yaitu Rp 18.733 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada hari Rabu diharga Rp 13.024 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.164 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.303 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.442 per kg.

Pada hari Kamis (4/2/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.552 per kg. Harga indikasi karet ini turun Rp 54 per kg dibandingkan harga Rabu (3/2/2021) yaitu Rp 18.606 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada Kamis diharga 12.986 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.131 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.276 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.421 per kg.

Pada hari Jumat (5/2/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.845 per kg. Harga indikasi karet ini naik Rp 283 per kg dibandingkan harga Kamis (4/1/2021) yaitu Rp 18.552 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada hari Jumat diharga Rp 13.192 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.307 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.423 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.538 per kg.

"Harapannya harga karet masih tetap stabil di harga Rp 18.000 hingga Rp 19.000, untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Sabtu (6/2/2021).

Menurutnya, pada hari Jumat, harga karet terdongkrak naik disebabkan harga minyak dunia kembali mengalami perubahan terbarunya di bursa komoditas berjangka Internasional. Hal ini disebabkan adanya komitmen pemangkasan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Selain itu Kenaikan harga minyak dunia terjadi saat ini didukung juga oleh kondisi ekonomi AS yang mulai menunjukan pemulihan, di indikasikan dengan membaiknya angka pengangguran Amerika Serikat (AS).

"Sejumlah faktor inilah yang membuat sentimen positif yang mendorong sedikit adanya kenaikan harga karet di bursa global," katanya.

Namun menurutnya, seberapa lama harga ini bertahan? tidak dapat dipediksi karena sudah lama disinyalir bahwa mekanisme pembentukan harga (price discovery platform) di SICOM tidak sepenuhnya mencerminkan faktor fundamental supply dan demand karet alam dunia.

Baca juga: Ini Daftar Harga Karet Dalam Sepekan di Sumsel

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved