Ini Tarif Tol Palembang - Kayuagung Terupdate

Mulai 9 Februari mendatang tarif tol Palembang - Kayuagung dan sebaliknya mengalami kenaikan.

Tribunsumselwiki/Linda
Suasana di tol Palembang - Kayu Agung, Selasa (17/12/2019) 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Setelah di resmikan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), Jalan Tol Kayuagung - Palembang - Betung, Ruas Kayuagung Palembang akan berlaku penyesuaian tarif.

Besaran tarif di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Kayuagung menuju Palembang mengalami kenaikan, lantaran penambahan panjang tol (Jakabaring-Kramasan) sepanjang 9 Kilometer (Km).

"Mulai 9 Februari mendatang tarif tol Palembang - Kayuagung dan sebaliknya mengalami kenaikan atau penyesuaian," kata Deputy Pembangunan Jalan Tol Kapalbetung Yusuf Ar Rosadi, Selasa (2/2/2021).

Adapun besaran tarif yang diberlakukan mulai tanggal 9 Februari 2021 mendatang ini dibagi sesuai jenis golongan kendaraan yang melintas.

Golongan I dengan jenis kendaraan Sedan, Jip, Pick Up/Truk dan Bus.

Tarifnya dari Kayuagung — Palembang Rp 50 ribu atau per kilometernya sekitar Rp 1.150 rupiah.

Golongan II dan III jenis kendaraan Truk dengan 2 (dua), dan 3 (tiga) gandar atau sumbu roda truk. 

Tarifnya yang dikenakan dari Kayuagung — Palembang Rp 75 ribu atau perkilo meter sekitar Rp 1.725 rupiah.

Sedangkan untuk Golongan IV dan V jenis kendaraan truk berukuran besar dengan 4 (empat) dan 5 (lima) gandar. 

Presiden Jokowi meninjau Tol Kayuagung - Palembang - Betung, Ruas Kayuagung Palembang, Selasa (26/1/2021).
Presiden Jokowi meninjau Tol Kayuagung - Palembang - Betung, Ruas Kayuagung Palembang, Selasa (26/1/2021). (Istimewa)

Tarifnya dari Kayuagung — Palembang atau sebaliknya yakni Rp 100 ribu atau setiap satu kilometernya sekitar Rp 2.300.

"Kami mengimbau pada pengendara sebelum memasuki ruas tol untuk mengecek terlebih dahulu isi saldo yang dimiliki," katanya.

Bagi pengendara untuk menyiapkan uang elektronik dan pastikan juga saldo E-Toll anda mencukupi.

Sementara itu sebagai tambahan informasi, pembangunan tol Palembang - Kayu Agung yang merupakan seksi I dari tol Kapal Betung memakan waktu cukup lama, yakni hampir 4 tahun atau dimulai di tahun 2016.

Pengerjaan awalnya menghadapi hambatan pembebasan lahan yang cukup alot. Selain itu kontur tanah berupa rawa juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses kontruksi. 

Sedangkan untuk seksi II sepanjang 33.5 km yang menghubungkan Palembang-Musi Landas sepanjang 33.5 km dan seksi ketiga dari Musi Landas-Betung dengan panjang 42,5 masih dalam proses pengerjaan.

Dalam pembangunan Tol Kapal Betung ini juga ada tiga jembatan yang dibangun yaitu Jembatan Ogan, Jembatan Musi yang digadang - gadang menjadi Jembatan Musi V dan Jembatan Kramasan. 

"Presiden Jokowi didampingi langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada saat peresmian Jalan Tol Kayu Agung - Palembang - Betung menyempatkan meninjau langsung tol  bahkan melihat keunikan dari Jembatan Ogan," katanya.

Jembatan Ogan.
Jembatan Ogan. (Istimewa)

Lebih lanjut ia mengatakan, ada permintaan dari Menteri PUPR pada saat acara topping off site clousure, agar Jembatan Ogan diberi sesuatu yang megah. 

"Supaya jembatan terpanjang ini tidak terkesan jembatan biasa saja, maka kami memberi keunikan pada jembatan ini diantaranya ada gapura yang kami pasang pada Pier 14 dan Pier 15 dan icon pada parapet didesain jenis songket sebagai kebesaran khas Sumatera Selatan," katanya.

Ia menjelaskan, konsep dalam mendesain gapura ini merupakan hasil transformasi atau pengembangan bentuk arsitektur secara kontemporer dari bentuk arsitek Candi Gapura Sriwijaya di Desa Rimba Kaki Gunung Dempo Pagaralam.

Ikuti kami di
KOMENTAR
519 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved