Mengenal Eko Prasetyo Ajudan Gubernur Sumsel Herman Deru

Eko Prasetyo menjadi Ajudan Gubernur Sumsel Herman Deru sejak muda. Dimulai ketika Herman Deru menjabat sebagai Bupati OKU Timur hingga sekarang.

Tribunsumselwiki/Linda
Eko Prasetyo Ajudan Gubernur Sumsel Herman Deru. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Eko Prasetyo Utomo merupakan orang yang sangat dekat dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, karena kesehariannya bertugas sebagai Ajudan yang selalu setia menemani Herman Deru.  

Tidak heran kedekatan orang nomor satu di Provinsi Sumsel dengan Aide-de-camp (ADC) nya ini membuat keduanya bukanlah seperti atasan dan ajudan melainkan sudah seperti keluarga.

"Banyak suka dan duka jadi ajudan, tapi banyak sukanya. Sukanya itu Herman Deru dan keluarga menganggap kami sebagai keluarga mereka. Senang dan capek sama-sama," kata Eko saat dibincangi Tribun Sumsel, Minggu (31/1/2021).  

Eko yang sejak tahun 2010 menjadi ajudan Herman Deru menceritakan, untuk dukanya tidak banyak paling hanya ritme pekerjaan yang padat sehingga terkadang kurang istirahat.  

"Kalau saya paling kadang untuk jaga stamina minum vitamin dan olahraga. Prinsip saya segala sesuatu pekerjaan harus ikhlas, kalau ikhlas pasti bagus dan pekerjaan jadi ringan," kata Eko. 

Pria yang sejak tahun 2006 menjadi Polisi ini pun menceritakan perjalanan karirinya, dimulai ketika 2006 mendaftar Polisi di Palembang.

Lalu magang di OKU sampai akhir 2006 dan awal Januari 2007 ditugaskan di Bintara Remaja di OKU Timur.

Eko Prasetyo Ajudan Gubernur Sumsel Herman Deru.
Eko Prasetyo Ajudan Gubernur Sumsel Herman Deru. (Tribunsumselwiki/Linda)

Kemudian pada 2008 dibagian reserse dan 2010 diajukan untuk ikut dampingi Herman Deru yang pada saat itu menjadi Bupati OKU Timur. 

"Pada saat periode kedua Herman Deru, ada permohonan dari Pemda setempat ke Polres untuk rekrut Walpri. Herman Deru mintak orang Palembang yang tugasnya di reserse untuk itulah saya diajukan dan ikut," katanya. 

Menurutnya, awalnya ia jadi Walpri selama tiga bulan. Kemudian baru jadi Ajudan. Jadi Sprinnya dari Polresta ke Pemda tanggal 10 bulan 10 tahun 2010.

Lanjut jadi ajudan sampai selesai menjabat.  Lalu 2015 pindah ke Polda lagi karena masa jabatan beliau sudah habis. Herman Deru juga ke Palembang jadi pengusaha.  

"Kemudian 2017 mulai sosialisasi untuk pemilihan Gubernur 2018, dan tes Walpri Cagub. Saya ikut dan lulus jadi Walpri Cagub dan Cawagub Herman Deru (HD) - Mawardi Yahya (MY)," katanya.

Baca juga: Herman Deru

Kemudian HD-MY menang dan jadi Gubernur Sumsel, maka di Oktober 2018 jadi Ajudan lagi.  

Ketika ditanya Herman Deru itu orangnya bagaimana? Menurut Eko, Herman Deru mempunyai prinsip orang baru mau pakai sepatu kita sudah lari.  

"Prinsip itu saya telaah. Ternyata beliu pengen orang yang cepat, responsif, mengerti keadaan dan lain-lain. Jadi ketika diperintahkan sudah tahu apa yang harus dikerjakan," katanya. 

Lalu, Herman Deru itu orangnya suka update informasi dan berita, tentunya sebagai Ajudannya juga turut serta harus mengimbangi untuk rajin baca berita dan mengupdate informasi. 

"Beliau juga suka sharing dengan saya, karena beliau punya basic hukum. Ilmu di lapangan dia cukup mempuni. Saya juga sering diminta pendapat dan lain-lain. Jadi beliau itu suka yang responsif dan up to date. Namun kalau sekarang ada tambahan lagi yaitu loyalitas," katanya.  

Menurut Eko memang loyalitas itu penting. Lalu harus teguh pendirian dan konsisten juga.    Sementara itu ketika ditanya sebagai Ajudan pernah dimarahi tamu atau tidak? menurutnya itu sering.

Kalau menghadapi orang banyak, kadang-kadang tamu ini memandang kedekatan sehingga inginnya cepat.  

"Maka kita harus bisa menghadapinya seperti harus ikhlas, jangan sampai orang yang menghadap kita tersinggung. Kalau ada yang nyeleneh, hadapi saja, jangan kasar dan jangan buat orang tersinggung," katanya. 

Seperti pesan Herman Deru, dengan istilah tikus dak mati, kucing dak malu yang artinya orang itu tidak tersinggung dan nama baik beliu tetap terjaga.  

Baca juga: Rika Efianti Sekretaris Gubernur Sumel Herman Deru

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved