Ini Daftar Harga Karet Dalam Sepekan di Sumsel

Harga karet di Sumsel selama sepekan ini masih fluktuatif. Harga indikasi karet masih bertahan di Rp 18 ribuan per kg untuk KKK 100 persen.

Sriwijaya Post.
Ilustrasi karet. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen masih fluktuatif. 

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, pada hari Senin (18/1/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.804 per kg.

Harga indikasi karet ini naik Rp 467 per kg dibandingkan harga Jumat (15/1/2021) yaitu Rp 18.337 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada hari Senin diharga 13.163 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.282 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.402 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.522 per kg.

Pada hari Selasa (19/1/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.884 per kg. Harga indikasi karet ini naik Rp 80 per kg dibandingkan harga Senin (18/1/2021) yaitu Rp 18.804 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada hari Selasa diharga 13.219 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.330 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.442 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.554 per kg

Pada hari Rabu (20/1/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.598 per kg. Harga indikasi karet ini turun Rp 286 per kg dibandingkan harga Selasa (19/1/2021) yaitu Rp 18.884 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada haru Rabu diharga Rp 13.019 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.159 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.299 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.439 per kg.

Pada hari Kamis (21/1/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.543 per kg. Harga indikasi karet ini turun Rp 55 per kg dibandingkan harga Rabu (20/1/2021) yaitu Rp 18.598 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada Kamis diharga 12.980 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.126 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.272 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.417 per kg.

Pada hari Jumat (22/1/2021) untuk KKK 100 persen, Rp 18.665 per kg. Harga indikasi karet ini naik Rp 122 per kg dibandingkan harga Kamis (21/1/2021) yaitu Rp 18.543 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen pada hari Jumat diharga Rp 13.066 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.199 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.333 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.466 per kg.

"Harapannya harga karet masih tetap stabil di harga Rp 18.000 hingga Rp 19.000, untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Minggu (24/1/2021).

Rudi mengatakan, kedepan diharapkan ada momentum yang bisa membuat harga terdorong membaik.

"Di Sumsel ini kadar karet kering yang paling banyak dijual masyarakat yaitu, kalau non UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olahan Karet (Bokar)) KKK dibawah 50 persen, sedangkan kalau UPPB antara 50 persen sampai 60 persen," katanya.

Rudi menambahkan, tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal atau bahkan bisa 100 persen. Caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa  pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

Baca juga: Kerupuk Bikar, Camilan Sehat Dari Biji Karet

Ikuti kami di
KOMENTAR
504 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved