Samantha Tivani Jabat Korwil ICSB Sumsel

Samantha yang sering disapa Sasha merupakan pebisnis di Sumsel sejak 2012. Selain itu ia merupakan putri Gubernur Sumsel Herman Deru.

Dokumentasi Humas Prov Sumsel
Samantha Tivani berfoto dengan UMKM yang ada di Sumsel, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Samantha Tivani Herman Deru baru saja dilantik sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) International Council for Small Business (ICSB) Sumatra Selatan (Sumsel), Kamis (21/1/2021). 

Samantha yang sering disapa Sasha merupakan pebisnis di Sumsel sejak 2012. Selain itu ia merupakan putri Gubernur Sumsel Herman Deru.  

Samantha Tivani Jabat Korwil ICSB Sumsel
Samantha Tivani Jabat Korwil ICSB Sumsel (Tribunsumselwiki/Linda)

"Saya memang kuliah di jurusan bisnis, dan kini mengurusi bisnis keluarga. Saya mengurus usaha gas dan minyak," kata Sasha usai dilantik menjadi Korwil ICSB Sumsel di Griya Agung, Kamis (21/1/2021). 

Menurut Sasha, ia paling banyak belajar bisnis dari ayah. Hal yang paling diingatnya, Ayah bilang usaha itu harus berkepanjangan.

Nggak boleh baru usaha tutup. Jadi harus berusaha bagaimana usaha agar tetap bertahan.  

"Kalau bisnis saya banyak belajar dari Ayah saya. Idola saya dalam hal bisnis juga Ayang saya. Ayah saya itu guru segala-galanya," ungkapnya.

Sasah menceritakan, waktu awal pandemi pelaku UMKM di Sumsel mengalami penurunan yang drastis. Ia dan ayahnya berinisiatif membantu, endorse. 

Suasana pelantikan ICSB Sumsel di Griya Agung, Kamis (21/1/2021).
Suasana pelantikan ICSB Sumsel di Griya Agung, Kamis (21/1/2021). (Dokumentasi Humas Prov Sumsel)

"Jadi saya sebagai adminya. Alhamdulillah mereka terbantu dengan endorse tersebut. Lalu memasuki new normal, ada baiknya untuk turun langsung saja. Itulah dasarnya saya terpilih jadi Korwil ICSB ini," katanya. 

Lebih lanjut ia menceritakan, untuk endorse makanan tersebut biasanya diantarkan ke Griya Agung pada sore hari.

Sebab Ayah tidak makan malam, jadi makannya sebelum pukul 18.00 WIB.  

"Berbagai jenis kuliner Ayah endorse. Namun nemang ada hal-hal yang harus kami persiapkan, seperti Ayah itu tidak bisa makan ikan laut. Sedangkan tidak semua produk kuliner menggunakan ikan sungai, maka sebelum dicicipi minum obat alergi terlebih dahulu," ungkapnya.

Menurut Sasha, kalau makanan itu kan harus dicicipi untuk tahu rasanya. Apalagi di Palembang terkenal dengan pempek, tapi tidak semua pempek menggunakan ikan sungai.  

Nah, meskipun Ayah punya alergi ikan laut, Ayah tetap memakannya dengan cara minum obat terlebih dahulu.  

"Lalu untuk yang buat video dan editnya itu saya. Nanti kalau sudah saya edit saya kasihkan ke yang punya usaha kuliner tersebut. Alhamdulillah mereka merasa terbantu," katanya. 

Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau stand UMKM yang ada di Griya Agung, Kamis (21/1/2021).
Gubernur Sumsel Herman Deru saat meninjau stand UMKM yang ada di Griya Agung, Kamis (21/1/2021). (Dokumentasi Humas Prov Sumsel)

Sementara itu Herman Deru mengajak semua pihak untuk berperan dalam memajukan UMKM di Sumsel.   Termasuk juga peran Pengurus wilayah Sumsel ICSB yang dituntut kontribusinya dalam menggeliatkan perkembangan UMKM. 

"ICSB ini dapat menjadi jembatan emas bagi para pelaku usaha. Organisasi ini dapat menjadi harapan baru bagi pelaku UMKM di Sumsel. Saya harapkan ICSB dapat mengantar UMKM ke pasar internasional," tuturnya. 

Dia mencatat, saat ini sedikitnya ada 600 UMKM yang telah tumbuh di Sumsel. Tentunya ratusan UMKM tersebut harus dilakukan pembinaan sehingga dapat semakin bersaing dan berkembang. 

"Saran agar ICSB Sumsel ini membuka jalan seluas luasnya untuk pelaku UMKM. Untuk tahap awal ini bisa dilakukan pendataan terhadap UMKM yang ada serta lakukan pembinaan untuk pengembangannya," imbuhnya. 

Lebih lanjut dikatakannya, untuk pembinaan, bukan hanya dengan memberikan  edukasi terkait pemasaran. Namun juga bagaimana cara mendapatkan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pemberian keterampilan bagi pelaku UMKM tersebut. 

"Harus ada sinkroninasi data sehingga kerja dari organisasi ini dapat maksimal. Pembinaan juga harus dilakukan menyeluruh, termasuk juga pembinaan para petani non buruh yang mengelola lahan dan memasarkan hasilnya secara mandiri," katanya.

Baca juga: Begini Bentuk Pempek Warna Jumputan

Ikuti kami di
KOMENTAR
501 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved