Terapi Plasma Konvalesen, Terapi Tambahan Untuk Mempercepat Penyembuhan Pasien Covid-19

Plasma darah ini salah satu terapi tambahan untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19. Tetapi apakah terapi plasama ini ampuh?

Tribunsumselwiki/Linda
dr. Dini Rizkie Wijayanti, Sp.P, dokter spesialis paru di RS Siloam Sriwijaya 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM, PALEMBANG - Terapi plasma konvalesen belakangan makin populer. Beberapa rumah sakit di Palembang sudah bisa melakukan terapi plasma konvalesen ini seperti di Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya.

"Kalau yang menggunakan terapi plasma ini sudah ada sekitar hampir 10 orang, Alhamdulillah ada yang bagus dan survive," kata dr. Dini Rizkie Wijayanti, Sp.P, dokter spesialis paru di RS Siloam Sriwijaya, Jumat (15/1/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, plasma konvalesen atau yang dikenal plasma darah merupakan produk darah, yang berasal dari antibodi pasien yang sudah sembuh dari Covid-19. Jadi dia berbentuk plasma yang nantinya akan ditransferkan ke pasien yang sedang menderita Covid-19.

"Plasma darah ini diberikan pada penderita Covid-19 yang memiliki gejala sedang hingga berat. Jadi kalau yang tanpa gejala dan gejala ringan tidak diberikan plasma darah," katanya.

Menurutnya, untuk pasien yang gejala sedang hingga berat ini rata-rata yang sudah berusia. Paling mudah umurnya pernah ada diatas 30 an tahun. Kalau untuk yang tua diatas 70 atau 80 tahun pun ada.

"Dari yang kita berikan yang sedang hingga berat Alhamdulillah pasiennya ada perbaikan. Tapi ada juga yang kondisinya sudah berat bahkan kritis kita berikan plasma darah, ada yang tidak respon," kata dr Dini.

Apakah plasma darah ini mampu menyembuhkan Covid-19? Menurut dr Dini, itu masih dalam proses penelitian.

Nah kalau di RS Siloam sebelumnya mengambil donor plasma darah dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto maka kini di PMI Palembang juga sudah ada.

"Sejak akhir 2020 di PMI Palembang pendonor sudah bisa melakukan donor plasma. Namun sayangnya untuk pendonor plasama ini masih sedikit dan sulit didapatkan," ungkapnya.

Menurutnya mungkin informasi bahwa di PMI Palembang sudah bisa donor Plasma darah itu masih belum terinfokan secara luas kepada masyarakat, sehingga pendonornya masohy sedikit.

"Mudah-mudahan nanti kalau sudah banyak yang tahu bahwa di PMI Palembang sudah bisa melakukan donor plasma darah, diharapkan yang masih muda-muda mau mendonorkan plasma darahnya," katanya.

dr Dini mengatakan, pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 atau yang disebut penyitas boleh datang ke PMI. Nanti akan dijelaskan syarat-syaratnya. Untuk prosesnya ini sama seperti donor darah, cuma memang ada beberapa syarat tertenu seperti minimal 2 Minggu sembuh dari Covid-19. Lalu dilihat juga dari berat badan, titer antibodi lain-lain.

"Plasma ini komponen plasmanya yang diambil, jadi nanti hasilnya warna kuning bukan merah. Sistemnya sama seperti donor darah hanya alat yang digunakan berbeda," jelasnya.

Masih kata dr Dini, untuk hasilnya jadi diletakan dikantong sama seperti kantong darah, hanya saja warnanya kuning dan sekali ambil isinya 200 cc. Untuk terapi plasma ini biasanya pasien yang terkena Covid-19 butuh 2 x 200 cc.

Jadi yang donor itu bisa diambil dua kali. Jika kondisinya memungkinkan bisa langsung 400 cc. Tapi biasanya 200 cc, dihari berikutnya diambil 200 cc lagi.

"Untuk pasiennya nanti diberikan dua kali, jadi pertama diberikan 200 cc. Itu dihitung hari 0, lalu hari ke 1 dan 2 libur, lalu hari ketiga baru dikasih lagi," katanya.

Kalau proses atau prosedur untuk terapi plasma darah ini, bisa keluarga atau pihak rumah sakit yang mengkontak ke PMI Palembang. Nanti kalau sudah ada, diambillah dari PMI dibawa ke laboratorium RS Siloam Sriwijaya. Nanti dari laboratorium akan diperiksa lagi, apakah cocok pada pasiennya atau tidak. Golongan dara dan resus juga harus sama. Lalu kalau cocok baru diproses untuk dipakai ke pasien.

"Untuk efek samping sama seperti komponen darah lainnya seperti alergi. Saya juga sudah sempat sharing ke teman-teman, risiko alergi tetap ada tapi minim," katanya.

Lalu apa manfaat mendonorkan plasama darah menurut dr Dini, plasma itu merupakan salah satu terapi tambahan pada pasien Covid-19. Jadi memberikan antibodi dari pasien yang sudah sembuh ke pasien yang sedang Covid-19.

Dengan mendonorkan plasma darah Anda, berarti Anda telah membantu pasien Covid-19 untuk sembuh. Namun perlu digaris bahwai Covid-19 ini tidak ada terapi spesifik, jadi plasma darah ini salah satu terapi tambahan untuk mempercepat penyembuhan pasien Covid-19. Tetapi apakah terapi plasama ini bisa menyembuhkan 100 persen atau tidak, itu masih dalam penelitian.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved