Sumsel Terima 30 Ribu Dosis Vaksin Sinovac, Akan Didistribusikan ke 7 Kabupaten/Kota

Sumasel ajukan 5,7 juta vaksin, kini sudah datang 30 ribu vaksin Sinovac. Vaksin ini akan segera didistribusikan ke 7 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Tribunsumselwiki/Linda
Sebabnya 30 Ribu Dosis Vaksin Sinovac sampai di Palembang. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Pengiriman vaksin Covid-19 Sinovac dilakukan melalui jalur darat. Dengan dikawal Barracuda dan puluhan anggota Brimob, mobil box khusus vaksin sampai di Gudang Vaksin yang ada di Skip, kota Palembang.

"30 ribu dosis vaksin sudah sampai, dan akan segera didistribusikan ke 7 Kabupaten/Kota," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra. Lesty Nurainy, Apt. M.Kes saat di Gudang Vaksin yang ada di Skip, Senin (4/1/2021).

Pengiriman vaksin Covid-19 Sinovac dilakukan melalui jalur darat. Dengan dikawal Barracuda dan puluhan anggota Brimob.
Pengiriman vaksin Covid-19 Sinovac dilakukan melalui jalur darat. Dengan dikawal Barracuda dan puluhan anggota Brimob. (Tribunsumselwiki/Linda)

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pendistribusian dijadwalkan akan dilakukan selama tiga hari ke 7 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel yaitu Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Pali, Palembang dan Prabumulih.

Rinciannya OKI mendapatkan 3.328 dosis, Muba mendapatkan 3.128 dosis, Banyuasin mendapatkan 2.853 dosis, OI mendapatkan 2.328 dosis, Pali mendapatkan 1.328 dosis, Palembang mendapatkan 14.080 dosis dan Prabumulih mendapatkan 2.816 dosis. 

Menurut Lesty, semua sudah siap untuk menerima vaksin ini dan sudah mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk menjaga rantai dingin ini. Sebab suhunya harus benar-benar dijaga di 2-8 derajat celcius. 

"Kepada seluruh Kabupaten/Kota saya berpesan nanti kalau sudah didistribusikan, kita jaga kondisi vaksin dengan baik seperti suhu 2-8 derajat celsius," katanya. 

Sebanyak 30 Ribu Vaksin Sinovac disimpan di Gudang Vaksin di Palembang.
Sebanyak 30 Ribu Vaksin Sinovac disimpan di Gudang Vaksin di Palembang. (Tribunsumselwiki/Linda)

Menurutnya, ini harus dipantau terus menerus agar sampai pada waktunya vaksin ini digunakan, kondisi vaksin dalam kondisi yang aman dan berkualitas serta efektif.

Ketika ditanyakan siapa orang pertama yang bakal divaksin. Menurut Lesty, kalau berdasarkan petunjuk pusat untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, maka yang pertama divaksin ya kepala daerah. Kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan-pimpinan institusi dan lain-lain.  

"Itu kan suatu upaya kita untuk sosialisasi dan promosi kesehatan. Nanti akan kita bicarakan juga dengan Gubernur Sumsel. Sejauh ini Gubernur Sumsel siap divaksin, silakan juga konfirmasi langsung ke Gubernur," katanya.

Lalu tenaga kesehatan terlebih dahulu, termasuk didalamnya Nakes, sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Perkiraan yang sudah terdata ada 59.840 Nakes dan SDM Kesehatan (penunjang).  Sisanya sesuai sasaran yang akan terus di-update.

Jadi data tersebut belum final, karena masih ada honorer-honorer dan data yang belum tercatat disistem. Maka nanti akan terus di-update.  

"Kalau saya pada prinsipnya siap divaksin, tapi harus melalui SOP. Jadi nanti mereka yang akan menilai sebab saya punya dua komorbid yaitu hypertebsi dan diabetes. Terlebih usia saya sudah mendekati 59 tahun," katanya. 

Baca juga: Penjelasan Tentang Vaksin Covid-19 dari Ahli Mikrobiologi

Sementara itu sacara keseluruhan Sumsel mengajukan 5,7 juta vaksin, nanti akan masih di-update.   Namun tahap awal akan dikirimkan 58 ribu dosis, dimana 30 ribu dosisinya sudah dikirim dan sisanya akan segera dikirim. 

Untuk vaksin ini nantinya juga akan ada tim khusus untuk vaksin ini. 

"Untuk vaksinasi direncanakan pada tanggal 14 Januari 2021. Namun nasih menunggu petunjuk pusat dan akan terus di update. Vaksin aka dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit dan nantinya baru klinik," katanya. 

Lesty menghimbau, bagi yang sudah menerima SMS blast silakan diisi, karena itu nanti untuk menentukan tempat fasilitas kesehatannya.

Itu juga diperlukan datanya dari distributor untuk menyampaikan vaksin-vaksin ini. Sesuai arahan pusat diharapkan bergerak serentak dan vaksinasi berjalan dengan lancar.

Ketika ditanya bagaimana dengan meyakinkan kepada masyarakat, kan masih ada masyarakat yang ragu, menurutnya percayakan kepada pemerintah, karena ada badan yang sudah ditunjuk secara langsung yaitu Balai BPOM untuk mengeluarkan ijin Emergency use authorization (EUA​). 

"Kita menunggu itu, artinya kalau sudah dikeluarkan ijin dari Balai BPOM bahwa vaksin ini aman, dan berkualitas.  Kepada masyarakat mari kita bergerak bersama-sama untuk mengakhiri pandemi Covid-19 ini. Vaksinasi ini untuk mengurani kesakitan maupun kematian," katanya.  

Baca juga: Perbedaan Rapid Antibodi, Rapid Antigen dan PCR Menurut Ahli Mikrobiologi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved