SMB IV Sambut Positif Kebijakan Gubernur Sumsel, Bangunan di Sumsel Bakal Ada Simbol Tanjak

Untuk mempertahankan karakteristik adat budaya dan kearifan lokal, Gubernur Sumsel Herman Deru akan membuat Pergub tentang bangunan di Sumsel.

zoom-inlihat foto SMB IV Sambut Positif Kebijakan Gubernur Sumsel, Bangunan di Sumsel Bakal Ada Simbol Tanjak
Istimewa
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn didampingi R.M.Rasyid Tohir,S.H, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam.

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Untuk mempertahankan karakteristik adat budaya dan kearifan lokal, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru akan membuat Peraturan Gubernur (Pergub) terkait bangunan di wilayah Sumsel menampilkan simbol tanjak.  

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja SH Mkn menyambut positip kebijakan Gubernur Sumsel Herman Deru tersebut. 

"Sumsel terutama Palembang memerlukan adanya suatu ciri khas daerah   yang menjadi identitas lokal Sumsel," katanya Senin (14/12/2020).

Menurutnya, Gubernur melihat Sumsel ini bangsa melayu, sehingga beliau ingin mengembangkan bahwa kebiasaan bangsa melayu menggunakan tanjak  Palembang atau Sumsel.

"Beliau ingin menunjukkan kalau kita ini ulu melayu, sehingga beliau menggunakan tanjak sebagai gapura atau pintu gerbang. Tentu saya sambut positif itu dan sangat baik," katanya. 

Sedangkan, terkait banyaknya jenis tanjak di Sumsel menurutnya itulah kearipan lokal Sumsel  yang dinilai sangat bagus .

"Kalau misalnya konsepnya tanjak , artinya khan  tanjak bisa dibentuk disitu. Jadi tidak hanya tanjak model di istana Gubernur saja, setiap daerah bisa menonjolkan tanjaknya sesuai daerahnya masing-masing," katanya. 

Masyarakat berfoto di pintu Gerbang Griya Agung yang sudah menggunakan motif tanjak.
Masyarakat berfoto di pintu Gerbang Griya Agung yang sudah menggunakan motif tanjak. (Istimewa.)

Menurut pria yang berprofesi sebagai notaris dan PPAT ini, bahwa tanjak menunjukkan kearipan lokal dan identitas daerah masing-masing di Sumsel, walaupun banyak jenis tanjak-tanjak  yang ada di Sumsel.

Selain itu menurutnya untuk kota Palembang identitas lain yang bisa diangkat adalah seperti penamaan jalan-jalan di Palembang.

Bisa menggunakan bahasa Arab Melayu  atau di daerah menggunakan bahasa kaganga, yang itu semua menunjukkan warisan budaya yang masih hidup dan dilaksanakan sampai sekarang. 

Terkait kerjasama budaya dengan pihak pemerintah,  SMB IV mengakui sudah ada beberapa lembaga yang bersilaturahmi dengannya beberapa waktu lalu.

"Kalau dari pemerintahan kemarin kalau dari kota Palembang pernah Sekda Palembang dan  anggota Fraksi PKS pernah datang kesini, juga dari provinsi berkoordinasi dengan pembina adat," katanya.

Mengenai konsep pembuatan pintu gerbang dan gapura  di Sumsel terutama Palembang  dulu dengan menggunakan atap rumah limas. Mungkin  bisa juga ada rumah limas, ada yang tanjak, silahkan itu sesuai dengan konsep budaya atau rumahnya masing-masing. 

Baca juga: Bangunan di Sumsel Nantinya Akan Ada Ciri Khas Bentuk Tanjak

Baca juga: Tokoh Budaya Palembang Bagikan Tips Cara Membuat Tanjak

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved