Museum Negeri Sumsel Miliki 8.894 Koleksi, Dipamerkan di Museum

8894 Koleksi ini terbagi menjadi 10 jenis yaitu geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, dan lain-lain.

Tribunsumselwiki/Linda
Pengunjung melihat perahu lesung yang ada di Museum Negeri Sumsel. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Museum Negeri Sumsel memiliki 8.894 Koleksi,  Dipamerkan di Museum. 

Sebanyak 8894 Koleksi ini terbagi menjadi 10 jenis yaitu geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, seni rupa dan teknologika.

"Tidak semua koleksi ditampilkan, melainkan ditampilkan secara bergantian," kata Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel H Chandra Amprayadi SH,l beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan secara rinci 10 jenis koleksi, pertama geologika yaitu benda koleksi yang merupakan objek disiplin ilmu geologi,  seperti batuan, mineral, fosil, dan benda-benda bentuk alam lainnya.

Pengunjung melihat koleksi yang ada di Museum Negeri Sumsel.
Pengunjung melihat koleksi yang ada di Museum Negeri Sumsel. (Tribunsumselwiki/Linda)

Jenis koleksi kedua yaitu biologika, benda koleksi yang masuk kategori benda objek penelitian atau dipelajari oleh disiplin ilmu biologi, seperti tengkorak atau rangka manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan.  

Jenis koleksi ketiga yaitu etnografika, benda koleksi yang menjadi objek penelitian antropologi. Benda-benda tersebut merupakan hasil budaya atau menggambarkan identitas suatu etnis.  

Jenis koleksi keempat yaitu arkeologika, benda koleksi yang merupakan hasil budaya manusia masa lampau yang menjadi objek penelitian arkeologi.  

Jenis koleksi kelima yaitu historika, benda koleksi yang mempunyai nilai sejarah dan menjadi objek penelitian ilmu sejarah serta meliputi kurun waktu sejak masuknya budaya barat sampai sekarang. 

Baca juga: Museum Negeri Sumatera Selatan

Jenis koleksi keenam yaitu numismatika dan heraldika. Numismatika berupa mata uang atau alat tukar yang sah. Sedangkan heraldika yaitu setiap tanda jasa, lambang dan tanda pangkat resmi (termasuk cap dan stampel). 

Jenis koleksi ke tujuh yaitu filologika, benda koleksi yang menjadi objek penelitian filologi, berupa naskah kuno, naskah tulis tangan yang berisi tentang sesuatu hal atau peristiwa. 

Jenis koleksi kedelapan yaitu keramologika, benda koleksi yang dibuat dari bahan tanah liat yang dibakar, berupa barang pecah belah. 

Jenis koleksi kesembilan yaitu seni rupa, benda koleksi seni yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia melalui objek dua atau tiga dimensi.

Museum Balaputra Dewa Palembang atau Museum Negeri Provinsi Sumsel, yang terletak di Jalan Srijaya KM 5, Rabu (18/3/2020).
Museum Balaputra Dewa Palembang atau Museum Negeri Provinsi Sumsel, yang terletak di Jalan Srijaya KM 5, Rabu (18/3/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

 Jenis koleksi kesepuluh yaitu teknologika, benda atau kumpulan yang menggambarkan perkembangan teknologi yang menonjol, berupa peralatan atau hasil produksi. 

Menurutnya, karena jenis koleksi yang ada cukup banyak maka di Museum Negeri Sumsel ini dibuat ruangan-ruangan khusus, mulai dari Taman Megalitik, Galeri Malaka, Gedung Pameran I,II, dan III, Bangsal Arca, Rumah Limas, dan Rumah Ulu.

"Untuk koleksi unggulan (masterpiece) yang dimiliki di  Muesum Negeri Sumsel ini di seperti koleksi Ibu Mendukung Anak, Prasasti Swarnapatra, Arca Megalith Batu Gajah, dan lain-lain," ungkapnya.

Chandra mengatakan, untuk arca yang paling terkenal yaitu arca Ibu Mendukung Anak, karena arca ini pernah diikut sertakan pada Festival Seni dan Budaya Europalia 2017 di Belgia, mewakili Indonesia. Arca Ibu Mendukung ini terletak di Taman Megalith.

Ia menjelaskan, bahwa untuk pemilihan Arca Ibu Mendukung Anak yang ditampilkan di Europalia karena arca ini mempunyai nilai filosofis tinggi, sebab seorang ibu punya arti penting bagi anak-anak dan keluarga.

Ibu sebagai seorang wanita yang punya peran ganda mengurus anak-anak, keluarga dan tetap bekerja. 

"Lalu masuk ke sebelah kiri gedung ada Galeri Malaka. Kenapa ada Galeri Malaka di Museum Negeri Sumsel, karena kita bekerjasama dengan Museum Malaka, jadi saling bertukar," bebernya. 

Kemudian bergerak ke Gedung Pameran I yaitu menggambarkan kehidupan masyarakat Sumsel dari pra sejarah sampai bercocok tanam.

Ikuti kami di
KOMENTAR
483 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved