Cerita BGPK Palembang Pernah Dimarahi Saat Sosialisasi Protokol Kesehatan

BGPK Palembang Kompas-RI gencar sosialisasikan protokol kesehatan (Prokes). Cerita suka duka BGPK Palembang saat sosialisasi Prokes, pernah dimarahi.

Tribunsumselwiki/Linda
BGPK Palembang Kompas-RI bagi-bagi masker diseputaran Monpera beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia. Untuk itu masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru, menerapkan protokol kesehatan (Prokes). 

Kini ada yang namanya Bujang Gadis Protokol Kesehatan (BGPK) Palembang Koalisi Masyarakat Peduli Dunia Kesehatan Republik Indonesia (Kompas-RI), yang mensosialisasikan tentang Prokes. 

Wakil Ketua 1 Palembang Kompas-RI'>BGPK Palembang Kompas-RI Muhammad Wildan Febrian mengatakan, masyarakat sudah mengetahui tentang protokol kesehatan.  

"Namun sayangnya seiring berjalannya waktu masyarakat mulai malas menggunakan masker dan lalai akan Prokes," kata Wildan, Kamis (11/11/2020). 

Wakil Ketua 1 BGPK Palembang Kompas-RI Muhammad Wildan Febrian
Wakil Ketua 1 BGPK Palembang Kompas-RI Muhammad Wildan Febrian (Tibunsumselwiki/Linda)

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk itu Palembang Kompas-RI'>BGPK Palembang Kompas-RI terus mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat. Terutama tentang 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. 

"Saat mensosialisasikan Prokes memang tak mudah, ada yang mau dan ada yang tidak. Bahkan saya pernah ditolak dan dimarahi," kata Wildan Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). 

Ia menceritakan, bahwa pernah ditolak dan dimarahi warga saat mensosialisasikan Prokes di pasar.

"Saat sosialisas Prokes kita pakai selempang, yang bertuliskan Bujang Protkol Kesehatan. Nah ketika baca tulisan itu ada yang menolak dan marah seperti tidak mau diedukasi," ceritanya. 

Baca juga: 3 Kunci yang Perlu Dilakukan untuk Mengurangi Penyebaran Covid-19 Menurut dr Mery Sulastri

Meskipun begitu Wildan yang baru berusia 19 tahun ini tak patah semangat dan tetap terus mensosialisasikan Prokes.  Menurutnya, kalau ada yang menolak dan marah dilihat situasinya terlebih dahulu. 

"Misal masih bisa diedukasi, saya lanjutkan. Tapi kalau orang yang akan kita edukasi menjauh atau pergi tentu kita tidak bisa memaksakannya" kata Mahasiswa Semester III ini. 

Sebagai putra daerah, Wildan merasa terpanggil untuk mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat.  

"Saat ini kuliahnya daring jadi banyak waktu luang, maka saya ikut Palembang Kompas-RI'>BGPK Palembang Kompas-RI," kata Wildan. 

Sementara itu Aisha Sulthana A.Q  yang juga anggota BGPK Palembang Kompas-RI mengatakan, ia tertarik ikut BGPK Palembang ini karena ingin berpartisipasi mengedukasi masyarakat tentang Prokes. 

Aisha Sulthana A.Q  yang juga anggota BGPK Palembang Kompas-RI
Aisha Sulthana A.Q yang juga anggota BGPK Palembang Kompas-RI (Tribunsumselwiki/Linda)

"Covid-19 ini ada dan nyata. Saya ingin masyarakat patuh terhadap Prokes, supaya pandemi ini cepat berlalu dan kembali seperti dahulu," kata Aisha yang berusia 15 tahun. 

Siswi SMA Ignatius Global School ini juga mengatakan, banyak suka dan duka yang ia rasakan saat mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat. 

"Ada yang senang bisa diedukasi secara langsung. Namun ada juga yang tidak suka diedukasi tentang Prokes," katanya.  

Menurutnya, masih ada masyarakat yang beranggapan bahwa corona itu tidak ada. Bahkan ada yang beranggapan hanya mitos, sehingga mereka tak mau diedukasi. 

Meskipun begitu Aisha tak berkecil hati dan tetap semangat mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat. 

"Bagi saya ini pengalaman yang berharga, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat secara langsung tentang Prokes," kata Gadis berambut pendek ini. 

Hal senada diungkapkan Nayla Azzani uyang juga ikut BGPK Palembang Kompas-RI, rasanya senang bisa langsung mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat.  

Anggota BGPK Palembang Kompas-RI Nayla Azzani .
Anggota BGPK Palembang Kompas-RI Nayla Azzani . (Tribunsumselwiki/Linda)

"Saat sosialisas tentang Prokes memang ada tantangannya seperti masih ada yang melanggar Prokes dan membantah ketika diingatkan tentang  pentingnya Prokes," kata Nayla.

Suka dan duka Nayla jalani dengan tetap semangat mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat.  

Baca juga: Tips Tetap Sehat Saat Pandemi Covid-19 Ala Gubernur Sumsel Herman Deru

Ikuti kami di
KOMENTAR
479 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved