Tanpa Masker tak Boleh Naik LRT Sumsel

LRT menjadi sarana transportasi Palembang yang tidak putus, namun tetap mengikuti protokol kesehatan seperti cuci tangan, cek suhu tubuh, jaga jarak.

Dokumen Tribun Sumsel.
Suasana LRT Sumsel. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Dengan adanya pandemi Covid-19 ini kereta api pun juga turut terdampak, karena volume angkutan dan jumlah penumpang menurun.

Namun meskipun begitu PT KAI tetap berkomitmen untuk keselamatan dan kesehatan penumpang.

"Keselamatan, kesehatan dan keamanan penumpang jadi konsen kita," kata Kepala Divisi Regional III Palembang, PT KAI Persero Tamsil Nurhamedi saat Live Talk yang diadakan Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa untuk jarak jauh dari April sampai September tidak jalan. 

Namun untuk KA Serelo sudah mulai kembali beroperasional pada 24 Sepetember 2020, tujuan Palembang-Lubuk Linggau.

Beroperasinya KA Serelo ini tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan. 

"Sudah hampir sebulan KA Serelo beroperasional dan nanti akan di evaluasi. Karena kalau sebelum adanya pandemi okupansi bisa 90-100 persen, namun saat ini baru mendekati 30 persen," katanya.

Tamsil menjelaskan, bahwa beroperasinya KA ini tentu dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Memang terlihat ribet tetapi ini untuk menjamin keselamatan penumpang, mulai dari rapid test untuk yang perjalanan jauh. Untuk rapid ini juga disediakan di stasiun dengan biaya Rp 85 ribu.

Lalu cek suhu tubuh, pakai masker dan jaga jarak. Kemudian untuk perjalanan jauh setiap tiga jam sekali di cek suhu tubuh. 

"Kalau suhu naik akan ditempatkan di ruang isolasi. Jadi kita memastikan kondisi penumpang tetap sehat selama naik kereta," ungkapnya.

Menurutnya, SOP ini berlaku untuk semua perjalanan yang menggunakan kereta api, kecuali jarak dekat yang tak perlu rapid test. 

Namun untuk protokol kesehatan lainnya tetap sama, cek suhu, cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain.

Sementara itu GM LRT Sumsel Sofan Hidayah menambahkan, bahwa untuk LRT dari awal pandemi tetap beroprasional.

LRT Sumsel saat melaju di atas rel LRT
LRT Sumsel saat melaju di atas rel LRT (Tribunsumselwiki/Linda)

Hanya saja jadwal perjalanannya yang dikurangi, kalau sebelumnya 88 perjalan, lalu jadi 74 perjalanan dan kini jadi 56 perjalanan. 

"LRT menjadi sarana transportasi Palembang yang tidak putus, namun tetap mengikuti protokol kesehatan seperti cuci tangan, cek suhu tubuh, ada hand sanitizer, didalam stasiun juga diterapkan physical distancing," katanya.

Lalu wajib pakai masker, pakai pakaian lengan panjang, dilarang berbicara yang menimbulkan dorplet, dilarang menelpon dan nantinya petugas akan rutin berkeliling mengecek. Selain itu secara berkala juga di semprot desinfektan dan lain-lain.

"Untuk jumlah penumpang kalau sebelum pandemi hari biasa bisa sampai 7000 penumpang dan weekend 12 ribu penumpang maka saat pandemi ini hari biasa 700 penumpang dan kalau weekend diatas 1000 penumpang," ungkapnya.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Virus Corona, LRT Sumsel Bersih-Bersih Gerbong Dengan Disinfektan 

Kenali Sembilan Destinasi Hidden Gems di Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR
477 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved