Gula Aren Wak Uban, 100 Persen Murni

Gula Aren Wak Uban merupakan produk dari Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, yang diproduksi di Ogan Ilir (OI).

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Linda Trisnawati
Tribunsumselwiki/Linda
Pembuatan Gula Aren Wak Uban di Desa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya memiliki kebun aren seluas 5 hektar yang ditanam di Desa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

Bahkan dari 1200 pohon enau atau yang dikenal aren sudah ada beberapa pohon yang menghasilkan nira untuk dibuat gula aren. 

Dan uniknya gula aren ini djual dengan brand bernama  Wak Uban. 

Gula aren Wak Uban.
Gula aren Wak Uban. (Tribunsumselwiki/Linda)

"Wak Uban itu pak Mawardi Yahya. Orang-orang sering memanggil Wak Uban, sehingga jadi panggilan akrabnya," kata Hj. Fauziah Mawardi Yahya saat membuat gula aren di Desa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (13/10/2020) 

Lebih lanjut ia menjelaskan, Wak Uban karena memang rambut dari pak Mawardi Yahya berwarna putih, atau yang sering orang bilang uban.

"Untuk gula aren yang kita buat dengan brand Wak Uban ini dibuat dengan cara tradisional, menggunakan wajah besar dan kayu bakar yang dimasak hingga berjam-jam sampai niranya mengental," jelasnya.

Fauziah mengatakan, bahwa dari 5-6 liter nira bisa menghasilkan 5 kg gula aren. Untuk satu kg gula aren dijual Rp 30 ribu.

Gula aren Wak Uban ini dijual untuk masyarakat umum yang bisa dibeli di Koperasi TP PKK Provinsi Sumsel. 

Pembuatan gula aren Wak Uban dinDesa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (13/10/2020).
Pembuatan gula aren Wak Uban dinDesa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (13/10/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

"Gula aren Wak Uban ini murni 100 persen dari nira tanpa tambahan apapun. Rasa manisnya juga pas dan bisa diolah untuk berbagai panganan," katanya.

Sementara itu Nilawati Pembuat Gula Aren Nilawati menambahkan, bahwa untuk mendapatkan 5-6 liter nira diperlukan 5 pohon enau atau aren.

Jadi panen niranya dalam sehari dua kali saat pagi dan sore, pagi pukul 7.00 dan sore pukul 17.00. 

"Pembuatan gula aren ini menggunakan kayu bakar, karena dengan kayu bakar proses pembuatannya lebih cepat ketimbang menggunakan kompor," ungkapnya.

Menurut Nilawati, pembuatan gula aren Wak Uban ini baru berjalan satu bulan. 

Dengan adanya pembuatan gula aren ini bisa memberikan pemasukan disaat pandemi Covid-19.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Sumsel Ernila Rizar menambahkan, bahwa Dinas Perindustrian akan memfasilitasi HKI nya. 

Baca juga : TP PKK Sumsel Lestarikan Tradisi Melebung di Ogan Ilir

Baca juga: Tradisi Salat Sunnat Safar di Kota Palembang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved