Tradisi Salat Sunnat Safar di Kota Palembang

Salat sunnat safar di lakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, ditahun ini jatuh pada 14 Oktober 2020.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Linda Trisnawati
Tribun Sumsel.com
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kota Palembang memiliki sejarah panjang yang terentang sampai berabad berabad lamanya.

Menurut Ketua Rumah Budaya Nusantara Dayang Merindu Hj Anna Kumari, Kota ini pernah di juluki “Venice of The East” oleh pemerintahan Hindia Belanda.

"Dijuluki Venice of The East, karena memiliki kemiripan dengan kota Venice di Italia, di belah oleh Sungai Musi, dan di aliri oleh banyak anak-anak sungai," kata Anna Kumari, Senin (12/10/2020) 

Budayawan Palembang Hj. Masayu Anna Kumari atau yang dikenal Anna Kumari.
Budayawan Palembang Hj. Masayu Anna Kumari atau yang dikenal Anna Kumari. (Istimewa)

Lebih lanjut ia mengatakan, anak-anak sungai yang ada diantaranya, Sungai Kedukan, Sungai Baung, Sungai Tuan Kapar, Sungai Aur dan banyak lainnya. Sungai ini  berperan penting dalam penghidupan penduduknya.

Menurutnya, dalam ratusan tahun sejarahnya, Kota Palembang belum pernah mengalami banjir besar atau banjir bandang yang di akibatkan meluapnya Sungai Musi dan anak sungai Musi seperti yang pernah terjadi di India, Myanmar, Jepang yang mengakibatkan hancurnya tempat tinggal dan menimbulkan korban nyawa yang tidak sedikit.

"Salah satu ikhtiar yang di lakukan masyarakat Palembang untuk menghindarkan dari bencana yang dapat menimpa, yaitu melakukan salat sunnat Safar dan doa tolak bala," ungkapnya.

Masih kata Anna Kumari, bahwa salat sunnat Safar dan doa tolak bala ini telah di laksanakan sejak dari jaman pemerintahan Pangeran Kiai Mas Endi yang bergelar Susuhunan Sultan Abdurahman. 

Salat sunnat safar di lakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, ditahun ini jatuh pada 14 Oktober 2020. Biasanya salat sunnat safar ini dilaksanakan di Masjid, langgar ataupun Musholah.

"Pada jaman lampau salat sunnat safar ini di laksanakan hampir di seluruh masjid, langgar dan surau di Kota palembang. Namun seiring berjalannya waktu, hanya tinggal sedikit saja yang masih melaksanakan salat sunnat safar ini," 

Beberapa masjid, langgar dan surau yang masih melaksanakan diantaranya di Masjid Jamik Sei Lumpur 11 Ulu, Musholah Suka Damai di Lorong Tuan kapar 14 Ulu, Langgar Sukalilah di Kelurahan 16 Ulu, Musholah Damai di kelurahan 9-10 ulu, Masjid Sultan 1 ilir, dan Musholah Kenduruan di 7 Ulu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved