Palembang Merupakan Salah Satu Produsen Manik-manik Pada Abad ke-7 M

Manik-manik dapat dijadikan indikasi perdagangan, teknologi dan budaya suatu masyarakat.

Tribunsumselwiki/Linda
Manik-manik yang ada di Museum Sriwijaya Palembang di Jalan Syakirti Karang Anyar. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Manik-manik (beads) merupakan benda-benda yang biasanya berbentuk bulat, dilubangi dan dirangkai untuk menghias badan atau untuk menghias suatu benda.

Menurut Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan (Sumsel) Retno Purwanti, bahan untuk membuat manik-manik ini beragam ada dari kulit kerang, kayu, getah-kayu, biji-bijian, merjan, keramik, batu, kaca, dan logam.

"Manik-manik dapat dijadikan indikasi perdagangan, teknologi dan budaya suatu masyarakat," katanya, Kamis (24/9/2020).

Menurutnya, asal manik-manik sulit untuk diketahui sebab pembuat berada di daerah yang banyak permintaan, jenis dan bentuk yang sama ditemukan di berbagai situs pada kurun waktu yang sama.

Namun analisis komposisi kimiawi manik-manik bisa juga untuk menentukan asal pembuatannya.

Misalnya penggunaan timbal dan barium pada manik-manik kaca dari Cina.

"Timbal jarang ditemukan pada manik-manik dari Afrika, India, Asia Barat dan Eropa," ungkapnya.

Retno Purwanti Ketua Tim Ahli Cagar Budaya  Kota Palembang
Retno Purwanti Ketua Tim Ahli Cagar Budaya  Kota Palembang (Istimewa)

Menurutnya, manik-manik ini bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia.

Tidak ada perbedaan mencolok jenis dan bentuk manik-manik dari masa prasejarah sampai masa kini.

"Manik-manik menjadi indikasi kemajuan di bidang maritim dan teknologi. Palembang merupakan salah satu produsen manik-manik pada abad ke-7 M," katanya.

Untuk di Palembang menurut Retno, pihaknya baru menemukan bengkel pembuatan manik-manik di Kambang Unglen, yang terletak disebelah utara Situs Karanganyar.

Secara administrative, situs ini masuk wilayah Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Di daerah ini dulunya banyak ditemukan manik-manik, bahan kaca, pecahan manik-manik, limbah dan struktur bata sisa bangunan.

"Kalau manik-manik sendiri selain di Kambang Unglen, di Bukit Siguntang juga ketemu, di Karang Anyar juga ketemu, kemudian di Geding Ing Suro," katanya.

Baca Juga :

Situs Karanganyar atau TPKS Menjadi Pusat Pemukiman Masyarakat pada Zaman Sriwijaya

Museum Negeri Sumatera Selatan

Ikuti kami di
KOMENTAR
451 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved