Retno Purwanti, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kota Palembang

Retno Purwanti merupakan arkeologi di Sumatera Selatan (Sumsel) yang dilantik sebagai Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Walikota Palembang Harnojoyo melantik TACB 2020, Jumat (10/9/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Retno Purwanti merupakan arkeolog di Sumatera Selatan (Sumsel) yang baru-baru ini dilantik sebagai Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang.

"Asiknya jadi arkeolog itu bisa berpetualang dan berbagai ilmu," kata Retno yang memiliki jabatan fungsional sebagai Peneliti Madya, Jumat (11/9/2020).

Menurut Dosen Luar Biasa di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang ini, jadi arkeolog ini bukanlah hal yang muda.

Banyak tantangan yang harus dihadapi.

"Tantangannya seperti memberi pemahaman kepada masyarakat akan arti pentingnya tinggalan benda-benda arkeologi atau sejarah bagi penelusuran sejarah dan budaya masa lalu bagi masyarakat," kata Dosen Luar Biasa di Prodi Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi.

Menurutnya, sejarah tidak harus difahami sekedar untuk mengenang kejayaan masa lalu.

Namun harus difahami sebagai cermin bagi generasi sekarang dan masa datang agar bisa menjadi bangsa yang lebih maju dan berdaya saing global.

"Sumsel ini memiliki banyak tinggalan arkeologi, hampir di setiap kabupaten/kota. Tinggalan arkeologi ini berasal dari masa prasejarah, masa pengaruh Hindu-Buddha (Kerajaan Sriwijaya), pengaruh Islam (masa kesultanan), masa kolonial, bahkan dari masa kemerdekaan, jadinya lengkap," katanya.

Ketua Asosiasi Ahli Epigrafi Indonesia (AAEI) Komda Sumatera ini juga mengatakan, dengan sumber daya arkeologi yang melimpah dan lengkap seperti ini, menurutnya, harusnya pemerintah daerah, Bupati, Walikota, Gubernur harusnya bisa menjadikannya sebagai aset untuk merekonstruksi sejarah Sumsel.

"Sejarah ini bisa dijadikan mata pelajaran atau mata kuliah untuk para siswa dan mahasiswa. Bukan itu saja, dengan memahami sejarah masa lalu Sumsel diharapkan masyarakat sekarang bisa belajar dari kearifan masyarakat Sumsel masa lalu," cetusnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan memahami sejara masa lalu diharapkan bisa digunakan untuk membangun Sumsel maju dan berjaya.

Tidak hanya di tingkat lokal, nasional, atau regional, namun juga bisa bersaing secara global. Bisa menciptakan budaya sendiri, bukan sekedar sebagai user atau follower.

Retno Purwanti Ketua Tim Ahli Cagar Budaya  Kota Palembang
Retno Purwanti Ketua Tim Ahli Cagar Budaya  Kota Palembang (Istimewa)

Kota Palembang memiliki TACB dengan susunan sebagai berikut :

Ketua TACB :

Dr. Retno Purwanti, M.Hum dari Balar Arkeologi Sumatera Selatan

Lalu anggota terdiri dari :

• Siti Emma Sumiatul, Ssos Msi dari Pemerintah Kota Palembang
• Evi Apriani ST  Msi IAA dari Pemerintah Kota Palembang
• Tri Hapsari Mst Mup dari Pemerintah kota Palembang
• RM Ali Hanafiah seorang Budayawan
• Alan Guneri SST Pmh dari Pemerintah Kota Palembang
• Nyimas Ulfah Aryeni, SS. Msi dari Pemerintah kota Palembang.

7 orang tersebut resmi dilantik oleh Walikota Palembang, H. Harnojoyo di rumah Dinas Walikota Palembang di Jalan Tasik, Palembang, Kamis (10/9/2020).

Retno menambahkan, untuk Kota Palembang yang ditetapkan pertama sebagai bangunan cagar budaya adalah Pasar Cinde yang ditetapkan oleh Walikota Palembang.

"Tapi yang bersidang pada waktu itu adalah TACB Provinsi bukan kota, karena TACB kota waktu itu tidak korum," katanya.

Ia mengusulkan untuk tahun depan Dinas Kebudayaan kota Palembang menganggarkan  dana yang cukup untuk menindaklanjuti cagar budaya yang datanya sudah masuk di Registrasi Nasional (Regnas).

Ikuti kami di
KOMENTAR
444 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved