Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa Luncurkan Dua Buku Karyanya

Buku Lafaz Pena Mantan Aktivis dan Ratu Dewa Sebuah Memoar Karya Sekda Kota Palembang sudah di luncurkan.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Sekda Kota Palembang Ratu Dewa menunjukkan dua buku karyanya yang sudah di luncurkan. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Ratu Dewa telah meluncurkan dua buku miliknya.

Buku pertama berjudul Lafaz Pena Mantan Aktivis dan buku kedua berjudul Ratu Dewa Sebuah Memoar.

Ratu Dewa mengatakan, sejak masih kuliah di IAIN Raden Fatah Palembang yang saat ini namanya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) dirinya sudah berkecimpung dengan tulisan.

Hobi itu terus digelutinya saat bergabung di organisasi, hingga bekerja sebagai seorang ASN.

"Buku pertama Lafaz Pena Mantan Aktivis sudah puluhan tahun saya mulai, baru saya kumpulkan dan dijadikan buku," kata Dewa beberapa waktu lalu.

Menurutnya, untuk menjadikan buku tulisan tersebut tidak mudah.

Dirinya harus berjibaku mendatangi kantor kantor pemberitaan di mana tulisan dirinya dulu dimuat.

Namun berkat kesungguhan itu pula, akhirnya dirinya bisa menerbitkan sebuah buku.

"Menulis sudah jadi hobi, untuk mengabadikan perjalanan hidup dan pemikiran. Semoga buku ini bisa menginspirasi banyak orang," katanya.

Ia pun menjelaskan, buku pertama berjudul Lafaz Pena Mantan Aktivis berisikan tentang ide pikiran Ratu Dewa yang dimuat di media massa.

Mulai dari pemerintahan, sosial, agama, kepemimpinan hingga kehidupan pribadinya.

Sekda Kota Palembang Ratu Dewa menunjukkan dua buku karyanya yang baru diluncurkan.
Sekda Kota Palembang Ratu Dewa menunjukkan dua buku karyanya yang baru diluncurkan. (Istimewa)

Buku setebal 196 halaman tersebut, kumpulan dari tulisan-tulisan Ratu Dewa sejak kuliah hingga bekerja sebagai seorang ASN.

Tidak mudah bagi suami Dewi Sastrani ini untuk meluncurkan buku pertamanya ini.

Setidaknya butuh waktu puluhan tahun bagi ayah empat anak ini untuk mengumpulkan tulisan yang tercerai berai tersebut, lalu dikumpulkan dan dijadikan buku.

Kemudian buku kedua berjudul Ratu Dewa Sebuah Memoar.

Buku ini berisikan perjalanan hidup Ratu Dewa dari mulai lahir hingga sekolah menengah atas.

Buku setebal 204 halaman tersebut, terinspirasi dari buku pertamanya yakni Lafaz Pena Mantan Aktivis.

Keberhasilan menerbitkan buku pertama membuat Ratu Dewa tertarik melanjutkan buku kedua tentang kisah hidupnya.

Buku Ratu Dewa Sebuah Memoar disajikan dalam bentuk cerita bergenre naratif, sebagai gaya dalam menuangkan kisah hidup dirinya.

Untuk buku kedua, mengenai perjalanan hidupnya akan dibuat secara berseri.

Ikuti kami di
KOMENTAR
426 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved