Mengenal Tanaman Porang, Dari Pembibitan hingga Jadi Olahan Makanan

Salah satu makanan yang dibuat oleh PCPI menggunakan tepung porang yaitu dimsum, yang hasilnya bercitarasa gurih dan enak.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Tepung Porang. 

TRIBUNSUMSELWIKI - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel terus mengembangkan Porang, sebagai tanaman sela perkebunan.

Hal ini dilakukan karena nilai ekonominya yang berpotensial menambah penghasilan petani. Bahkan saat ini telah banyak petani , khususnya petani karet yang menanam porang diantara tanaman pokok.

Lalu apa itu porang, berikut penjelasan porang dari Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (​P2HP) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumsel​ Rudi Arpian, porang adalah tanaman umbi atau yang disebut Amorphopallus Muelleri Blume. 

Tanaman porang.
Tanaman porang. (Istimewa)

"Untuk porang ini, pada permukaan umbi nya tidak terdapat bintil. Umbinya berserat halus dan berwarna kekuningan," kata Rudi, Rabu (13/8/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, manfaat tanaman porang, di industri farmasi porang bisa digunakan sebagai pengikat formulasi tablet, bahan pembentuk kapsul pada obat, dan mempercepat rasa kenyang sehingga cocok untuk diet penderita diabetes.

Untuk idustri makanan, sebagai food additives karena mempunyai sifat hydrophilicity, bahan pengental, stabil, dapat digunakan sebagai pengemulsi, pengganti gelatin dan pembentukan lapisan film, campuran untuk industri agar-agar, di Jepang untuk makanan mie shirataki dan konnyaku.

Industri lainnya, sebagai pengkilap kain, perekat, industri kertas, bahan imitasi pengganti milum, penjernih air yang memurnikan bagian keloid yang terapung di industri bir, gula minyak dan serat, Larutan Mannan jika dicampur dengan gliserin atau natrium hidroksida bisa dibuat bahan kedap air, sebagai isolator listrik pengganti silico. 

Lalu untuk pembudidayaannya yaitu untuk bibitnya bisa dari umbi, bupil dan bunganya.

Untuk proses penanaman, porang ini sangat baik ditanam ketika musim hujan sekitar bulan November hingga Desember. 

Tahap penanamannya sebagai berikut : 
1. Bibit yang sehat satu persatu dimasukkan ke dalam lubang tanam dengan jarak tanam sebaiknya 0,5 meter dan letak bakal tunas menghadap ke atas.
2. Tiap lubang tanaman diisi satu bibit porang dengan jarak tanam sesuai kebutuhan.
3. Tutup bibit dengan tanah halus/tanah olahan setebal kurang lebih 3 cm.
4. Tanah yang baik untuk tanaman porang adalah tanah gembur.

Kemudian untuk perawatannya ada tiga hal pertama penyiangan, lakukan penyiangan terhadap gulma, jangan menggunakan kimia. 

Kedua pemupukan, pada saat pertama kali ditanam dilakukan pemupukan dasar.

Untuk pemupukan selanjutnya bisa dilakukan setahun sekali (awal musim hujan).

Jenis pupuk yang digunakan pupuk urea, pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditanam disekitar batang porang.

Ketiga, buat pengamanan pelindung.

Sebab pemeliharaan pohon pelindung (naungan) baik dilakukan, karena porang butuh sinar matahari 40 persen sampai 60 persen saja.

Lalu untuk pemanenan, tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umur tanaman mencapai 2 -3 tahun.

Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (?P2HP) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumsel? Rudi Arpian mencicipi dimsum dari tepung porang.
Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (?P2HP) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumsel? Rudi Arpian mencicipi dimsum dari tepung porang. (Istimewa)

Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5 – 6 bulan tiap tahunnya (pada musim penghujan).

Di luar masa itu, tanaman mengalami masa istirahat/dorman dan daunnya akan layu sehingga tampak seolah-olah mati.

Ikuti kami di
KOMENTAR
416 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved