Jamu Si Nyonya Tua, Inovasi Jamu Tradisional dengan Kemasan Kekinian

Jamu dengan kemasan botol yang kekinian ini dinamakan Si Nyonya Tua. Agar bisa diterima oleh lidah masyarakat maka ia mencoba memodifikasinya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Owner Si Nyonya Tua Vaurina menunjukkan jamu yang dikemas Kekinian menggunakan botol yang siap dikonsumsi. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Jamu merupakan minuman khas di Indonesia, dengan segudang manfaat bagi kesehatan. Namun dengan semakin banyaknya minum yang kekinian, kini jamu sudah semakin sulit ditemukan.

Untuk itu Owner Si Nyonya Tua Vaurina, merangkul pejuang-pejuang jamu gendong untuk melestarikan budaya minum jamu yang disesuaikan dengan era super instan saat ini.

"Kebanyakan lidah anak muda sekarang menolak rasa dari minuman tradisional ini, padahal minuman ini bermanfaat untuk kesehatan," kata Vaurina, Jumat (7/8/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, agar bisa diterima oleh lidah masyarakat maka ia mencoba memodifikasi rasa jamu tanpa mengubah khasiat dan keaslian dari rempah-rempah yang digunakan.

Bahkan diakuinya, mulai dari kalangan usia anak-anak hingga dewasa menikmati setiap tegukan dari jamu yang dibuatnya.

Jamu dengan kemasan botol yang kekinian ini dinamakan Si Nyonya Tua.

Wajah Si Nyonya Tua sendiri adalah raut wajah Vaurina yang diedit menggunakan aplikasi tua, ditambah wajah sipit dan rambut ala nyonya tua.

Jamu dengan brand Si Nyonya Tua dikemas Kekinian menggunakan botol yang bisa langsung dikonsumsi.
Jamu dengan brand Si Nyonya Tua dikemas Kekinian menggunakan botol yang bisa langsung dikonsumsi. (Istimewa)

"Kunyit asam adalah jamu pertama yang  kita produksi. Untuk sekarang sudah ada vairan beras kencur dan temulawak," kata wanita penyuka jamu sejak muda ini.

Ia menyebutkan, usaha jamu bukan hanya bisnis semata yang mementingkan keuntungan, namun ia mempunyai visi untuk mewujudkan kembali budaya konsumsi jamu di tengah masyarakat modern Indonesia.

Menggunakan bahan-bahan asli berkualitas dan fresh dibuat pada saat ada pesanan, jamu Si Nyonya Tua memang terasa nikmat dan segar, apalagi dikonsumsi dalam keadaan dingin.

"Jamu kita tidak menggunakan pengawet maupun bahan-bahan kimia. Kita sistemnya PO, jadi dibuat pada saat ada pesanan makanya jamu kita fresh. Kalau mau disimpan di  kulkas bisa tahan sampai empat hari," katanya

Penikmat jamu kini dapat merasakan kesegaran jamu tradisional Si Nyonya Tua yang dikemas dalam botol cantik yang kekinian. Dengan ukuran 250 ml, dihargai Rp 15 ribu.

Untuk cara memesannya bisa melalui nomor WhatsApp  0878-9822-8020 atau DM Instagram @sinyonyatuapalembang.

Selain itu, Vaurina dan suami juga mempunyai misi atau tujuan ingin menciptakan produk jamu yang dapat diterima oleh masyarakat modern.

"Bisa membangkitkan dan meningkatkan produksi jamu gendong, membentuk komunitas jamu gendong lebih kuat sehingga dapat meningkatkan pendapatan penjual jamu gendong di Indonesia khususnya di kota Palembang," ungkapnya.

Vaurina juga mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya minum jamu. Sebab semakin banyak masyarakat membeli produk jamu Si Nyonya Tua, maka semakin banyak penjual jamu gendong yang akan bergabung bersama dalam komunitas Jamu Gendong Menolak Punah sejahtera bersama Si Nyonya Tua.

"Dengan harapan dapat menggerakan ekonomi kerakyatan pada bidang produksi jamu tradisional. Motto kita adalah Indonesia "Menjamu", back to nature, back to culture, Jamu Gendong Menolak Punah. Karena komunitas ini masih baru maka baru ada beberapa anggota," tegasnya.

Baca Juga :

Cicipi Jamu Sapto Wedang, Herman Deru: Rasanya Enak

IRT di Kampung Layang-layang Jadikan Jahe Sebagai Ladang Bisnis Rumahan

Ikuti kami di
KOMENTAR
412 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved