Terkenal sebagai Daerah Penghasil Kerajinan Emas, Kini Tanjung Batu Kembangkan Kerajinan Perak

Di Sumsel ternyata juga ada pengrajin perak, tepatnya di daerah Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Humas Pemprov Sumsel
Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru yang juga Ketua TP PKK Sumsel, melakukan kunjungan dan memberikan pembinaan di salah satu sentra industri perak Global Silver milik pengrajin Meru, di Tanjung Batu, Ogan Ilir. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Di Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata juga ada pengrajin perak, tepatnya di daerah Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir.

Daerah ini terkenal dengan kerajinan dari emas dan kini berkembang juga ke kerajinan perak.

Bahkan, para pengrajin di daerah ini menekuni kerajinan perak secara turun temurun.

Kendati demikian, sedikit yang mengetahui bahwa sebagian perhiasan yang beredar di pasaran Sumsel diproduksi dari pengrajin Tanjung Batu, Ogan Ilir.

Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru yang juga Ketua TP PKK Sumsel, bersama Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Fauziah Mawardi Yahya melaksanakan kunjungan dan memberikan pembinaan di salah satu sentra industri perak Global Silver milik pengrajin Meru, di Tanjung Batu, Ogan Ilir.

"Kita ingin menggandeng para pengrajin perak dan menjalin kerjasama, agar kerajinan perak khususnya kerajinan perak khas Sumsel lebih dikenal lebih luas," kata Feby beberapa waktu lalu.

Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru yang juga Ketua TP PKK Sumsel, bersama Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Fauziah Mawardi Yahya melakukan kunjungan dan memberikan pembinaan di salah satu sentra industri perak Global Silver milik pengrajin Meru, di Tanjung Batu, Ogan Ilir.
Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru yang juga Ketua TP PKK Sumsel, bersama Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Fauziah Mawardi Yahya melakukan kunjungan dan memberikan pembinaan di salah satu sentra industri perak Global Silver milik pengrajin Meru, di Tanjung Batu, Ogan Ilir. (Humas Pemprov Sumsel)

Menurutnya, di Tanjung Batu ini kan banyak pengrajin emas dan perak yang membuat perhiasan dan aksesoris. Apalagi banyak motif yang bagus dan indah.

"Nah kita ingin agar pengrajin juga membuat motif khas Sumsel, supaya diangkat ke pasaran. Misalnya motif pending, bisa digunakan sebagai ikat pinggang atau dijadikan bros," katanya

Lalu bisa juga gelang motif sempurun.

Nantinya kan bisa dimodifikasi dari motif lama dengan motif baru, tentu akan lebih unik.

Ada juga motif lain seperti tapak jajo dan bulan sabit yang digunakan sebagai perhiasan serta aksesoris dengan bahan berlapis emas, kuningan, tembaga, atau perak.

"Jadi nanti Dekranasda Sumsel bersama pengrajin perak Tanjung Batu akan berkreasi menciptakan perhiasan dan aksesoris motif khas Sumsel," bebernya.

Menurutnya, kerajinan perak ini tidak hanya bisa dipakai saat acara tertentu, tapi kerajinan perak ini juga bisa digunakan sehari-hari.

Untuk itu sebagai stimulan bagi pengrajin perak, para pengrajin ini diberi peningkatan skill dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang pelatih nya didatangkan dari pulau Jawa.

"Pelatihan yang diberikan beragam seperti bagaimana menyepuh dan menghaluskan perhiasan supaya lebih rapi dan indah," cetusnya

Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru yang juga Ketua TP PKK Sumsel, bersama Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Fauziah Mawardi Yahya melakukan kunjungan dan memberikan pembinaan di salah satu sentra industri perak Global Silver milik pengrajin Meru, di Tanjung Batu, Ogan Ilir.
Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru yang juga Ketua TP PKK Sumsel, bersama Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Fauziah Mawardi Yahya melakukan kunjungan dan memberikan pembinaan di salah satu sentra industri perak Global Silver milik pengrajin Meru, di Tanjung Batu, Ogan Ilir. (Humas Pemprov Sumsel)

Tak hanya itu, Feby menyebutkan supaya bisa menjangkau pangsa pasar lebih luas, Dekranasda Sumsel juga melibatkan pengrajin dalam pameran seni kriya.

Sementara itu Pengrajin Perak Pemilik Global Silver Meru mengatakan, bahwa tingkat kerapian bentuk dari hasil kerajinan perak yang dihasilkannya bisa diadu dan tak kalah saing dari perhiasan emas pada umumnya.

"Motifnya kami buat ada yang seperti perhiasan emas di pasaran. Ada juga motif emas Dubai, atau motif berdasarkan pesanan pembeli," bebernya.

Menurutnya, usaha kerajinan perak ditekuninya secara turun temurun dari keluarganya. Ia sendiri adalah generasi ketiga yang menjalankan usaha kerajinan perak.

"Bahan bakunya kami dapatkan dari tambang di daerah Lebung, Bengkulu. Sedangkan pembelinya selain dari Sumsel juga ada dari berbagai daerah seperti Kepayang, Lampung, Medan dan lain-lain," ungkapnya.

Baca Juga :

Ketua Dekranasda Sumsel Ingin Lestarikan Sulam Angkingan Khas Palembang

Warna Warni Kampung Sayur di Jalan Cempaka Kota Palembang

Ikuti kami di
KOMENTAR
402 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved