Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang Periksa Hewan Kurban

Pemerikasaan hewan kurban yang dijual warga, untuk memastikan bahwa hewan kurban yang dijual dalam keadaan sehat dan sesuai syariat Islam.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang Periksa Hewan Kurban 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Jelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban.

Salah satu tempat penjualan hewan kurban yang diperiksa yaitu yang ada di kawasan Jalan Soekarno Hatta.

"Pemerikasaan hewan kurban yang dijual warga ini untuk memastikan bahwa hewan kurban yang dijual dalam keadaan sehat dan sesuai syariat Islam," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang Sayuti beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemeriksaan hewan kurban ini sudah dilakukan di berbagai tempat dan sudah ada ribuan hewan kurban yang diperiksa.

Selain memeriksa kondisi hewan yang dijual, pihaknya juga melakukan penyerahan pengumuman yang dibuat Walikota Palembang terkait aturan bagi pedagang maupun di masjid tentang protokol kesehatan berkaitan dengan pandemi Covid-19 seperti penyediaan sarana cuci tangan, penggunaan masker dan jaga jarak.

Sayuti juga menyarankan, agar masyarakat membeli hewan kurban di tempat yang jelas atau masuk asosiasi penjual hewan kurban Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palembang.

Bisa diakses di www.pertanian.palembang.go.id.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang Periksa Hewan Kurban.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang Periksa Hewan Kurban. (Tribunsumselwiki/Linda)

"Tahun 2019 lalu penjualan hewan kurban di Palembang mencapai 13.700 yang terdiri dari 6.600 sapi dan 7.100 kambing. Namun karena adanya pandemi Covid-19 ini cenderung menurun," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palembang Dr. drh. Jafrizal, MM mengatakan, dari hewan kurban yang telah diperiksa tidak ditemukan hewan yang berpenyakit berbahaya.

"Namun, ada hal yang jadi perhatian terkait penyakit zoonosis. Penyakit yang perlu diwaspadai yakni cacing pita karena tidak kelihatan saat hewan masih hidup," katanya

Namun menurutnya, bisa dideteksi atau kelihatan saat pelaksanaan hewan kurban yaitu ketika hewan sudah disembelih.

Selain itu juga dicek dari kondisi fisik hewan yang sesuai syariat seperti tidak pincang dan tidak buta.

"Kami memastikan jangan sampai ada penyakit antraks karena bisa menular ke manusia. Di Gorontalo dan Jawa sudah ada tapi tidak ada kasus sampai saat ini di Palembang," kata Jafrizal.

Ia pun berpesan, jika nantinya pada hewan kurban terdapat cacing helmentiasis atau fasciola (cacing hati) maka bagian hati dibuang dan jangan dikonsumsi.

Ciri-ciri hewan yang mengidap cacingan bisa juga dilihat dari penampakan fisik, misal kelihatan cacingan dari mata.

Tapi sampai saat ini belum ditemukan yang seperti itu.

Baca Juga :

Peluang Bisnis Budidaya Sayuran dengan Teknik Microgreen

Bakso Lobster Pertama di Palembang

Ikuti kami di
KOMENTAR
401 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved