Kefir, Minuman Probiotik yang Diklaim Bisa Tingkatkan Imunitas

Kefir merupakan minuman susu fermentasi, mengandung prebiotik dan asam laktat yang baik untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Vera dan kemunitas Kefir Sumsel mendonasikan Kefir ke pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sehat yang ada di Wisma Atlet. (ist) 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kefir merupakan minuman susu fermentasi, mengandung probiotik dan asam laktat yang baik untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh.

Ketua Komunitas Kefir Sumsel Vera Diana mengatakan, kefir ini masih diproduksi secara rumahan.

"Dalam sehari bisa memproduksi 50 botol kefir atau 1500 botol dalam satu bulan," kata Diana, Selasa (14/7/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, Kefir ini diproduksi dalam kemasan 200 ml yang dibandrol Rp 15 ribu dan kemasan botol 250 mililiter yang dibanderol Rp 20 ribu.

"Terdapat beragam pilihan rasa kefir yang bisa dinikmati yakni rasa buah seperti alpukat, leci, stroberi dan lainnya," bebernya.

Menurutnya, dalam proses produksinya juga mudah, cukup dengan menambahkan bibit kefir pada susu dan diamkan dengan waktu 24 jam, 48 jam atau 72 jam.

Sehingga terjadi proses fermentasi yang akan mengubah susu menjadi minuman probiotik yang kaya asam laktat yang bisa memberikan racing dalam tubuh dan memperbaiki sel yang rusak.

"Kefir ini memiliki cita rasa yang mirip dengan minuman kesehatan dan yogurt lainnya yang terasa sedikit asam dan manis," ungkapnya.

Menurutnya, semakin lama proses fermentasi akan menghasilkan kefir yang semakin asam dengan kandungan probiotik yang semakin banyak, sehingga bisa lebih cepat memberikan efek penyembuhan.

Kefir buatannya ini juga sudah dikirim hingga luar kota seperti ke Jambi, Bengkulu, Jakarta dan di Sumsel sendiri.

"Alhamdulilah semenjak pandemi, produksi kefir meningkat hingga 100 persen karena semakin banyak masyarakat yang sadar akan manfaat kefir untuk kesehatan," katanya.

Bahkan, minuman kefir ini diklaim bisa memperbaiki imunitas, sehingga bisa membantu mempercepat penyembuhkan pasien Covid-19.

Vera dan kemunitas Kefir Sumsel mendonasikan Kefir ke pasien Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet. (ist)
Vera dan kemunitas Kefir Sumsel mendonasikan Kefir ke pasien Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet. (ist) (Istimewa)

"Sudah ada pasien Covid-19 yang diterapi dengan rutin mengkonsumsi Kefir selama satu Minggu penuh. Setelah di periksa hasilnya negatif dan sembuh," bebernya.

Bahkan, sudah banyak daerah di luar Sumsel yang juga memberikan kefir kepada pasien Covid-19 dan hasilnya daerah tersebut sudah keluar dari zona merah dan menjadi hijau contohnya di Bangka, Jakarta, Sukabumi dan lainnya.

"Daerah itu penggiat Kefir, disana aktif mendonasikan kefir bagi pasien Covid-19," cetusnya.

Vera mengatakan, di Sumsel masih sedikit penggiat kefir dan masyarakat yang berdonasi untuk menyediakan kefir bagi pasien Covid-19.

"Kita akan lebih banyak mengajak masyarakat untuk aktif berdonasi, sehingga bisa lebih banyak memberikan kefir ke pasien Covid-19 agar tingkat kesembuhan jadi semakin cepat dan lepas dari zona merah," katanya.

Baca Juga :

Peluang Bisnis Budidaya Sayuran dengan Teknik Microgreen

Warna Warni Kampung Sayur di Jalan Cempaka Kota Palembang

Ikuti kami di
KOMENTAR
400 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved