Satu Karyawan Meninggal Dunia Karena Covid-19, Kantor Stasiun TVRI Sumsel Tutup Seminggu

Kantor TVRI Sumsel memberlakukan kebijakan penutupan atau penghentian kegiatan operasional selama satu minggu ke depan, mulai 15-22 Juli 2020.

Tribunsumselwiki/Linda
Suasana Kantor TVRI Stasiun Sumatra Selatan (Sumsel) yang ada di Jalan Balap Sepeda, POM IX tutup, Rabu (15/7/2020) 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kantor Lembaga Penyiaran Publik TVRI Stasiun Sumatra Selatan (Sumsel) yang ada di Jalan Balap Sepeda, POM IX tutup.

Penutupan ini dilakukan karena ada satu orang karyawan TVRI Sumsel, bagian keuangan meninggal dunia, dengan status positif Covid-19.

Untuk itu, Kantor TVRI Sumsel memberlakukan kebijakan penutupan atau penghentian kegiatan operasional selama satu minggu ke depan, mulai 15-22 Juli 2020.

"Memang betul ada pegawai kita yang meninggal dunia pada Sabtu lalu, dan dimakamkan secara protokol Covid-19," kata Kepala Stasiun TVRI Sumsel Sukirman, Rabu (15/7/2020).

Kepala Stasiun TVRI Sumsel Sukirman.
Kepala Stasiun TVRI Sumsel Sukirman. (Istimewa)

Baru hari Selasa (14/7) tahu hasil labnya, bahwa almarhumah meninggal dunia dengan konfirmasi positif Covid-19.

"Selama satu minggu kantor ini tutup dan hentikan semua bentuk operasional," ungkapnya.

Pihaknya memberikan kesempatan kepada 100 lebih pegawai, baik yang berada di Palembang maupun di daerah untuk istirahat dan melakukan rapid test.

"Kita melakukan penutupan kantor untuk menghilangkan tekanan psikologis pegawai. Setelah mendapati kabar itu kita langsung lakukan penyemprotan disinfektan," jelasnya.

Bahkan, pihaknya sudah berkirim surat ke Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, ke Puskesmas, dan pihak kecamatan juga sudah menyemprot disinfektan sekaligus fogging untuk DBD.

Sementara itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel Ardiansyah Nugraha mengatakan, pihaknya memberikan dukungan moril dan mengapresasi terhadap langkah cepat TVRI Sumsel yang memberlakukan kebijakan penutupan kantor selama tujuh hari depan.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel Ardiansyah Nugraha.
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel Ardiansyah Nugraha. (Tribunsumselwiki/Linda)

"Kami kembali mengingatkan kepada para jurnalis dan masyarakat jangan meremehkan covid-19. Harus tetap meningkatkan kewaspadaan mereka karena virus corona ini bisa menyerang siapa saja," pesanya.

Ia pun berharap, agar jurnalis yang di lapangan dapat menerapkan protokol kesehatan dengan mengunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Menurutnya, pasca Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdasarkan hasil analisa tim epidemiologi dari gugus tugas Provinsi Sumsel bahwa kasus virus corona di Palembang masih terus bertambah.

"Pemkot Palembang selama ini kurang serius dalam penanganan virus corona, terbukti dari pemberlakukan PSBB kedua justru memberikan izin mal untuk dibuka ditambah tidak adanya PSBB transisi menuju new normal atau kebiasaan baru," cetusnya.

Baca Juga :

Rumah Busana Tria Hadirkan JPD Jumputan Modis

Warna Warni Kampung Sayur di Jalan Cempaka Kota Palembang

Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved