IRT di Kampung Layang-layang Jadikan Jahe Sebagai Ladang Bisnis Rumahan

Bahan baku jahe ini dimanfaatkan para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kampung KB Layang-layang Palembang menjadi ladang bisnis ala rumahan.

Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Produk bubuk jahe yang dihasilkan IRT di Kampung KB Layang-layang, Senin (6/7/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Jahe menjadi salah satu rempah-rempah yang dipercaya bisa meningkatkan imun tubuh dan mencegah dari tertularnya Covid-19.

Di Palembang, tepatnya di Lorong Sungai Tawar II, Kelurahan 29 Ioi, Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), banyak tanaman hijau yang mempercantik sisi rumah para warga.

Salah satu tanaman yang dibudidayakan oleh warga di Lorong Sungai Tawar II Palembang yaitu rempah-rempah seperti jahe.

Kampung KB Layang-Layang
Kampung KB Layang-Layang (Tribunsumselwiki/Linda)

Ternyata, bahan baku jahe ini dimanfaatkan para Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kampung KB Layang-layang Palembang menjadi ladang bisnis ala rumahan.

Bahkan di kawasan ini sudah menjadi daerah penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) para dosen, di Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).

Program yang dilakukan, yaitu budidaya dan pemanfaatan jahe menjadi usaha sampingan para IRT.

Direktur Pascasarjana UMP Sri Rahayu mengatakan, ini merupakan program pengabdian para dosennya sejak tahun 2017 lalu, yaitu memberikan pelatihan penanaman dan produksi produk jahe.

Apalagi saat pandemi Covid-19, jahe sangat dibutuhkan untuk meningkatkan imun.

"Kami terus membina kelompok warga, bahkan hingga sertifikat halal produk keluar," katanya, Senin (6/7/2020).

Di Kampung KB Layang-layang ini ada satu kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang terus dibina.

"Produk yang dihasilkan sendiri yaitu bubuk jahe yang bisa diseduh menjadi minuman rempah-rempah," bebernya.

Produknya sendiri masih dipasarkan secara online.

Bahkan ada beberapa relasinya yang sudah memesan paket bubuk jahe itu, seperti Internasional Marketing Asosiasi (IMA).

"Rencananya produk bubuk jahe ini akan kita jadikan suvenir khas daerah ini. Dengan memberdayakan ibu-ibu di sini, untuk menjadi usaha sampingan," ungkapnya.

Sementara itu Ketua UPPKS Kampung KB Layang-Layang Palembang Nefiri mengatakan, bahwa pembinaan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Mereka pun dilatih bagaimana cara menanam jahe dan memproduksi menjadi jahe bubuk.

Produk bubuk jahe yang dihasilkan IRT di Kampung KB Layang-layang, Senin (6/7/2020).
Produk bubuk jahe yang dihasilkan IRT di Kampung KB Layang-layang, Senin (6/7/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

Mereka baru memproduksi bubuk jahe kemasan pada bulan September 2019 lalu.

Dengan pengemasan khusus, UPPKS Kampung KB Layang-Layang Palembang menjual paket bubuk jahenya sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per kemasan.

"Sudah 20 kali kami produksi. Ada 10 orang yang membantu produksi bubuk jahe ini," katanya.

Ia pun menjelaskan, proses pembuatan bubuk jahe kemasan dilakukan selama satu jam, mulai dari mengupas, menghaluskan hingga memasak jahe tersebut.

Ikuti kami di
KOMENTAR
389 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved