Pemerintah Kabupaten OKI Catat Lima Kecamatan Rawan Kebakaran Lahan

Di wilayah OKI ini memiliki luasan lahan gambut yang cukup luas yaitu mencapai 6,830 hektare.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Dokumen Tribun Sumsel
Kebakaran hutan di OKI 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Ogan Komering Ilir (OKI) merupakan kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Di wilayah OKI ini memiliki luasan lahan gambut yang cukup luas yaitu mencapai 6,830 hektare.

"OKI wilayah gambutnya paling luas dibanding daerah lain," kata Wakil Bupati OKI, HM Dja'far Shodiq beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, OKI memiliki banyak wilayah yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Setidaknya ada lima Kecamatan di OKI yang rawa Karhutla yaitu di Cengal, Tulung Selapan, Pampangan, Pedamaran, dan Mesuji.

"Lima kecamatan ini sekarang sudah bentuk tim Satgas, sampai ke desa-desa. Satgas ini fokusnya melakukan pencegahan dan membantu menangani karhutla," katanya.

Pihaknya pun sudah memberikan perintah agar perusahaan-perusahaan di OKI agar menjaga wilayahnya tidak timbul kebakaran lahan.

Untuk masyarakat juga sudah diberikan pendekatan humanis agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Sebelumnya, Segenap elemen di Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI), telah bersiap agar Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dapat diantisipasi lebih dini.

Pemkab OKI pun telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla sejak 1 Juni hingga 31 Oktober 2020.

Selain itu, semua pihak juga diajak agar bersama-sama menjaga alam dan mencegah terjadinya karhutla yang dapat mengakibatkan bencana kabut asap.

"Saya menekankan kita harus lebih berkomitmen bahwa bencana adalah masalah bersama untuk itu kita harus fokus, terpadu dan terintegrasi menghadapi ini," cetusnya.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting dalam menghadapi karhutbunlah, yaitu kemauan untuk menjaga alam dan kemauan untuk memadamkan api.

"Mari bersama mempersiapkan baik personel maupun alat. Selain memaksimalkan anggaran yang ada untuk karhutla dari APBD OKI sebesar Rp 3 miliar, juga ada bantuan dari Gubernur Sumsel ke OKI senilai Rp 8 miliar," bebernya.

Bantuan ini akan ditujukan untuk pengadaan peralatan-peralatan antisipasi dan penanggulangan karhutla.

Yang sangat dibutuhkan OKI memang sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI Aris Panani mengatakan, Dinas Perkebunan Kabupaten OKI secara intens telah memberikan imbauan dan sosialisasi terhadap para petani dan juga pelaku usaha perkebunan dan kehutanan, agar tidak melakukan tindakan pembukaan lahan dengan cara pembakaran.

Melihat insiden karhutlabun tahun-tahun sebelumnya, faktor ekonomi disinyalir menjadi penyebab utama baik untuk berbagai pemenuhan kebutuhan mulai dari pembukaan kebun, tanaman pangan, permukiman dan lain sebagainya.

"Untuk itu, penanganan karhutlabun tahun ini akan difokuskan pada pecegahan jika terjadi maka akan diklasifikasi skala dan dampaknya," katanya.

Baca Juga :

Pemprov Sumsel Anggarkan Rp 45 Miliar untuk Cegah dan Tanggulangi Karhutla

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Siap Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20

Ikuti kami di
KOMENTAR
388 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved