Ketua Dekranasda Sumsel Ingin Lestarikan Sulam Angkingan Khas Palembang

Tak hanya kain songket, ternyata di Palembang juga ada sulam angkingan.

Humas Pemprov Sumsel
Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru melihat kerajinan pengrajin angkinan Abdul Kadir Muis di Jalan Mayor Zen nomor 8, RT 56 RW 01 Kelurahan Sri Selincah, Kamis (2/7/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Sulam angkinan merupakan sulam khas Palembang yang ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.

Dulunya, teknik sulam ini hadir lantaran perempuan zaman kerajaan dipingit kala terjadi peperangan antar kerajaan.

Kain beludru, benang emas, benang sulam, dan aneka jenis benang lain menjadi bahan utama pembuatan aksesoris rumah tangga kerajinan sulam angkinan.

Menilik tingkat kerumitan dan ketekunan dalam proses pengerjaannya, tak banyak yang tahu mengenai teknik sulam angkinan dan kurang populer di kalangan masyarakat jika dibandingkan kain songket yang lebih dikenal luas.

Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru saat berkunjung ke pengrajin sulam angkinan Abdul Kadir Muis di Jalan Mayor Zen nomor 8, RT 56 RW 01 Kelurahan Sri Selincah, Kamis (2/7/2020).
Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru saat berkunjung ke pengrajin sulam angkinan Abdul Kadir Muis di Jalan Mayor Zen nomor 8, RT 56 RW 01 Kelurahan Sri Selincah, Kamis (2/7/2020). (Humas Pemprov Sumsel)

Oleh karenanya, untuk mengenalkan sulam angkinan sekaligus mengangkat agar kain beludru dengan hiasan angkinan lebih dikenal luas, maka Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel Feby Deru berinisiatif untuk melestarikan warisan budaya ini dengan segera membentuk kampung angkinan yang berlokasi di kawasan Jalan Mayor Zen Lorong Peternakan.

"Saya ingin melestarikan warisan budaya berupa kain beludru dengan hiasan sulam angkinan ini," kata Feby saat berkunjung ke pengrajin sulam angkinan Abdul Kadir Muis di Jalan Mayor Zen nomor 8, RT 56 RW 01 Kelurahan Sri Selincah, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, selama ini yang banyak diketahui dan dikenal luas kain songket.

Padahal di sini punya kain khas lain yaitu kain sulam angkinan.

Untuk memperkenalkan sulam angkinan kemasyarakat, dirinya melihat langsung bagaimana proses pembuatan kain sulam tersebut, dan juga untuk mengetahui kendala apa saja yang mungkin dihadapi pengrajin.

"Makanya saya perlu datang dan melihat langsung. Dengan begini saya bisa langsung tahu sekaligus juga memberikan motivasi bagi pengrajin," ungkapnya.

Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru saat berkunjung ke pengrajin sulam angkinan Abdul Kadir Muis di Jalan Mayor Zen nomor 8, RT 56 RW 01 Kelurahan Sri Selincah, Kamis (2/7/2020).
Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru saat berkunjung ke pengrajin sulam angkinan Abdul Kadir Muis di Jalan Mayor Zen nomor 8, RT 56 RW 01 Kelurahan Sri Selincah, Kamis (2/7/2020). (Humas Pemprov Sumsel)
Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved