UMKM di Palembang Buat Masker Pengantin

UMKM di Palembang berinovasi menghadirkan masker unik dan bahkan bisa dipakai untuk pengantin.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Masker pengantin produk UMKM di Palembang. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Di masa pandemi Covid-19 ini masyarakat diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, salah satunya dengan mengenakan masker.

Untuk itu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palembang berinovasi menghadirkan masker unik dan bahkan bisa dipakai untuk pengantin.

"Sebelum Covid-19 jualan bros, kalung dan gelang, karena sepi pesanan maka saya berfikir harus berinovasi menghadirkan produk yang lagi ramai dicari orang," cerita Maya Anggraini salah seorang penjual handycraft di Talang Keramat Palembang beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa saat ini ternyata maskerlah yang sedang banyak dicari orang.

UMKM di Palembang buat masker pengantin.
UMKM di Palembang buat masker pengantin. (Istimewa)

Untuk itu ia pun berinovasi membuat masker yang tidak biasa, melainkan masker hias yang bahkan bisa dipakai untuk pengantin.

"Awalnya lihat referensi desain dari YouTube dan belajar otodidak. Kadang juga sharing motif sama teman komunitas Sumsel Crafter," bebernya.

Menurutnya, kesulitan yang dihadapi yaitu dalam pembuatan masker ini tidak bisa cepat jadi.

Sebab mengedepankan kualitas hasil yang baik dan rapi.

Kalau hasilnya jelek dibongkar ulang lagi.

Maya mengatakan, dalam industri usaha memang perlu melakukan inovasi agar tidak ketinggalan zaman.

Yang paling penting adalah bagaimana cara membuat produk berbeda dari yang lain dan memiliki ciri khas tersendiri.

"Kami bertiga, saya, Pipin dan Kiki dari dulu memang hobi handycraft dan seni. Jadi memang kita selalu melakukan perubahan. Sepengetahuan saya sekarang di Palembang belum banyak yang buat masker untuk pengantin," katanya.

Produk masker penganti dari UMKM di Palembang.
Produk masker penganti dari UMKM di Palembang. (Istimewa)

Menurutnya, masker yang ia buat dikerjakan secara manual dan handmade.

Bahkan pembuatan satu masker pengantin membutuhkan waktu paling cepat dua hari.

Paling lama dua minggu, kalau orederan lagi ramai.

Hal ini, karena keterbatasan SDM dan sistem penjualan secara pre order.

"Untuk masker pengantin ini minimal belinya sepasang atau dua masker. Kalau masker polos bisa pakai mesin jahit. Tapi kalau untuk motif sulam dan payet itu jahit tangan secara manual," ungkapnya.

Maya menceritakan, bahwa pembuatan makser pengantin ini memakai bahan yang aman dan lembut yakni kain katun oxford, satin mengkilat dan kain songket.

Untuk harga mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 110 ribu, bergantung tingkat kesulitan motif dan bentuk jahitan payetnya.

"Untuk sistem penjualan saat ini secara online yang bisa menjangkau pasar lebih luas. Pemesanan bisa melalui WhatsApp 085273393996 atau di Facebook Kiki Kencana Sari dan Instagram @zaviershops dan aya_anggraini89," tutupnya.

Baca Juga :

Di Lubuklinggau Ada Rak Masker Gratis Disediakan di Jalan Untuk Masyarakat

Bekasam, Olahan Fermentasi Ikan yang Menggugah Selera Makan

Ikuti kami di
KOMENTAR
375 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved