Bekasam, Olahan Fermentasi Ikan yang Menggugah Selera Makan

Bekasam merupakan produk olahan makanan tradisional khas Sumatera Selatan (Sumsel) yang terbuat dari ikan yang di fermentasi.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Vira menikmati sambal bekasam, Rabu (23/6/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Bekasam merupakan produk olahan makanan tradisional khas Sumatera Selatan (Sumsel) yang terbuat dari ikan yang di fermentasi.

Ikan yang bisa diolah menjadi bekasam cukup beragam seperti ikan seluaing, lambak, sepat dan lain-lain.

Umumnya yang digunakan adalah ikan sungai.

Cara mengolahnya juga cukup simpel, hanya menggunakan tiga bahan yaitu ikan, garam dan nasi.

Sambal Bekasam
Sambal Bekasam (Tribunsumselwiki/Linda)

Mula-mula, bersihkan ikannya kemudian masukkan dalam toples, tambahkan garam dan nasi, tutup rapat toplesnya dan ikan siap difermentasi.

Untuk fermentasinya, setidaknya butuh waktu sekitar 7 hari agar proses fermentasinya sempurna.

Setelah difermentasi maka bekasam siap diolah.

Nah bagi Anda yang tak ingin repot-repot untuk membuat bekasam bisa tinggal beli saja. Sebab banyak juga yang menjual olahan bekasam ini seperti di Dapoer Kajut (DK) yang bisa di lihat di Instagram @Dapoer_Kajut.

Owner Dapoer Kajut Septriya menunjukkan sambal bekasam yang sudah dikemas dalam toples kecil, Selasa (23/6/2020).
Owner Dapoer Kajut Septriya menunjukkan sambal bekasam yang sudah dikemas dalam toples kecil, Selasa (23/6/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

Untuk alamatnya ada di Jalan Musi Raya Barat nomor 456 Sako Kenten, Palembang.

"Sejak 2016 kita menjual olahan makanan khas Sumsel seperti Bekasam, Rusip, Tempoyak dan lain-lain," kata Owner Dapoer Kajut Septriya saat dibincangi di Dapoer Kajut, Selasa (23/6/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, bekasam yang ia jual merupakan sambal bekasam yang sudah diolah dan tinggal dimakan.

"Sambal bekasam ini akan terasa lebih nikmat jika makannya menggunakan nasi yang masih hangat. Dengan rasa gurih, asam dan pedas, tentu akan menggugah selera makan Anda," ungkapnya.

Septriya atau yang sering disapa Ririn mengatakan, untuk menarik minat pelanggan ia berinovasi untuk mengemas olahan sambal bekasam ini jadi lebih menarik.

"Agar menarik sambal bekasam ini saya kemas dalam toples kecil. Satu toples kecil sambal bekasam ini dihargai mulai Rp 30 ribuan," bebernya.

Sambal bekasam dalam kemasan toples kecil ini jika di suhu ruangan akan tahan dua Minggu.

Namun jika di simpan dalam kulkas bisa lebih lama daya simpannya.

"Untuk peminat sambal bekasam ini sudah sampai keluar daerah seperti Depok, Bandung, Tangerang, Jakarta dan lain-lain," ceritanya.

Owner Dapoer Kajut Septriya memasak sambal bekasam, Rabu (23/6/2020)
Owner Dapoer Kajut Septriya memasak sambal bekasam, Rabu (23/6/2020) (Tribunsumselwiki/Linda)

Ririn pun membagikan resep turun temurun dari orangtuanya yaitu olahan bekasam yang dibuat menjadi sambal bekasam :

Bahan
• Ikan yang sudah difermentasi
• Bawang merah
• Bawang putih
• Cabai rawit/cabai burung
• Serai
• Garam
• Gula
• Minyak

Cara memasaknya
• Panaskan minyak, lalu masukan bawang merah dan bawang putih masak hingga harum
• Lalu masukan cabai dan serai, masak hingga setengah matang
• Kemudian masukan ikan fermentasi nya dan tambahkan, garam serta gula
• Masak hingga ikannya hancur dan tercampur semua. Sambal bekasam siap dinikmati.

 Baca Juga :

Jangan Asal, Begini Cara Menyimpan Bahan Makanan yang Baik dan Benar

Cerita Gula Puan, Dulunya Makanan Para Bangsawan

Ikuti kami di
KOMENTAR
374 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved