Butuh Informasi Jasa Keuangan, Hubungi OJK di Kontak Berikut Ini

Masyarakat dapat menghubungi kontak OJK 157 atau melalui WhatsApp di nomor 081157157157.

Tribunsumselwiki/Linda
Kepala OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Meskipun berada dalam kondisi di tengah pandemi Covid-19, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (KR 7 Sumbagsel) menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga.

Hal ini tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas aman (treshold) seperti permodalan (CAR) 22,13 persen.

Kredit bermasalah (NPL) grips 2,89 persen (NPL Net 1,09 persen) dan kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel Untung Nugroho, masyarakat diharapkan tetap tenang dan melakukan transaksi perbankan secara wajar, sesuai kebutuhan, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan. 

"Jika butuhan informasi lebih lanjut mengenai sektor jasa keuangan, maka masyarakat dapat menghubungi kontak OJK 157 atau melalui WhatsApp di nomor 081157157157," kata Untung, Selasa (16/6/2020).

Lalu ia mengatakan, berkenaan dengan adanya pembatasan layanan perbankan, hal ini bukan berarti menunjukkan adanya penurunan kinerja perbankan.

Justru pembatasan layanan perbankan ini dalam rangka mendukung upaya pemerintah mencegah penyebaran virus Covid-19, khususnya di Sumatera Selatan.

Perbankan akan tetap melayani nasabah namun jam layanan dan operasionalnya menjadi lebih cepat dari biasanya, yakni 1-2 jam lebih awal. 

"Kondisi industri jasa keuangan khususnya di Sumsel dalam keadaan baik dan bahkan sangat mendukung program kebijakan pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini," ungkapnya.

Seperti restrukturisasi kredit/pembiayaan, dimana Per 26 Mei 2020 Industri Jasa Keuangan di Sumsel telah merealisasikan restrukturisasi kredit/pembiayaan kepada 194.070 debitur.

Dengan total nilai kredit/pembiayaan sebesar Rp 10,52 triliun, yang terdiri dari nasabah Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat dan Perusahaan Pembiayaan/ Leasing. 

Untung menambahkan, seluruh industri jasa keuangan berada dalam pengawasan OJK, dan dalam pelaksanaan tugasnya tersebut OJK senantiasa berkoordinasi dengan instansi pemerintah lainnya, seperti BPK dan lain-lain.

Baca Juga :

Begini Prosedur Pengembalian Setoran Lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji

Anggaran Penanganan Covid-19 di Palembang Capai Rp 480 Miliar, Ini Rinciannya

 

Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved