Anggaran Penanganan Covid-19 di Palembang Capai Rp 480 Miliar, Ini Rinciannya

Dana untuk anggaran Covid-19 di kota Palembang awalnya Rp 200 miliar dan kini sudah menjadi Rp 480 miliar.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Kabid Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, Ahmad Nashir saat dibincangi Tribun Sumsel di kantor BPKAD, Rabu (10/6/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Dana untuk anggaran Covid-19 di Kota Palembang awalnya Rp 200 miliar dan kini sudah menjadi Rp 480 miliar.

Dana anggaran Covid-19 ini dari dana re-focusing dan realokasi anggaran yang ada.

"Ada dua tahapan penganggaran, yang tadinya Rp 200 miliar menjadikan Rp 480 miliar," kata Kabid Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, Ahmad Nashir saat dibincangi Tribun Sumsel di kantor BPKAD, Rabu (10/6/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk tahapan pertama Rp 200 miliar ini didapat dari refocusing sebesar Rp 39 miliar dan realokasi serta pemanfaatan dana belanja tidak terduga (BTT) dengan total Rp 161 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 200 miliar.

Kemudian untuk tahapan kedua pada saat diamanatkan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ, Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2020 ditandantangani pada 9 April 2020.

Salah satu isinya bahwa seluruh kepala daerah diperintahkan untuk melakukan rasionalisasi APBD masing-masing.

"Untuk pendapatan pusat atau transfer pusat dilakukan pengurangan sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan nomor 35," katanya.

Lalu rasionalisasi pendapat asli daerah (PAD) dengan mempertimbangan kondisi perekonomian dimasa Covid-19 yang mengalami penurunan.

Rasionalisasi belanja daerah ini dimana belanja barang jasa dan belanja modal harus dikurangi sekurang-kurangnya 50 persen.

Setelah di lakukan rasionalisasi APBD maka anggaran berubah.

Maka kalau ada selisih lebih dialokasikan untuk anggaran penanganan Covid-19.

Berdasarkan itulah terjadi penambahan untuk kebutuhan Covid-19.

"Dari rasionalisasi itulah didapatkan Rp 280 miliar yang dialokasikan kedalam belanja tidak terduga, sehingga anggaran untuk Covid-19 ini menjadi Rp 480 miliar," jelasnya

Menurutnya, rasionalisasi ini dilakukan kepada seluruh OPD yang ada di Pemkot Palembang, yang totalnya 51 OPD.

Rasionalisasi ini didapatkan yang tadinya pendapatan kota Palembang Rp 4,64 triliun menjadi Rp 3,48 triliun atau berkurang Rp 1,15 triliun.

Lalu belanja daerah dari Rp 4,69 triliun menjadi Rp 3,53 triliun atau berkurang Rp 1,15 triliun.

Sementara itu yang sudah disalurkan sebesar Rp 25 miliar terdiri dari Rp 15,5 miliar untuk bidang kesehatan lalu Rp 9,2 miliar untuk jaring pengaman sosial dan dampak ekonomi Rp 600 juta.

Bidang kesehatan seperti pembelian APD dan lain-lain, jaring pengaman sosial seperti bantuan sembako dan dampak ekonomi seperti pemberdayaan UMKM dalam rangka pembuatan masker nonmedis dan lain-lain.

Dari Rp 480 miliar tersebut dialokasikan untuk bidang kesehatan Rp 269 miliar, dampak ekonomi Rp 150 miliar jaring pengaman sosial Rp 61 miliar.

"Memang yang terbesar di bidang kesehatan, namun ini namanya rencana jadi nantinya tetap melihat dinamika kebutuhan berdasarkan up date realnya," ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
364 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved