Kaji Epidemiologi, Pemprov Sumsel Gandeng PAEI Cabang Sumsel

Pemprov Sumsel melalui Dinkes Sumsel berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Epideomolgi Indonesia (PAEI) Cabang Sumsel melakukan anilisis epidemiologi.

Istimewa
Persatuan Ahli Epideomolgi Indonesia (PAEI) Cabang Sumsel didampingi Dinkes Sumsel melakukan audiensi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru. 

TRIBUNSUMSELWIKI - Permasalahan Covid-19 ini tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, namun juga berdampak pada ekonomi dan sosial. Sehingga Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus berupaya dalam melakukan percepatan penanganan Covid-19 di Sumsel.

Salah satunya, Pemprov Sumsel melalui Dinas Kesehatan Sumsel berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Epideomolgi Indonesia (PAEI) Cabang Sumsel melakukan anilisis epidemiologi.

Ini dilakukan guna membantu mendapatkan hasil analisis yang tepat bidang epidemiologi. Sehingga kebijakan yang diambil dalam percepatan penanganan Covid-19 di Sumsel juga tepat.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi (PAEI) Cabang Sumsel, dr.H Hibsah Ridwan MSc menyampaikan hasil analisisnya.

Menurutnya di Sumsel menuju new normal secara umum masih perlu pertimbangan. Karena ada tiga indikator jika ingin melakukan kelonggaran yaitu epidemiologi, kesehatan publik, dan fasilitas kesehatan.

"Kalau dilihat dari indikator kesehatan publik, di Sumsel angka kematian bisa dikatakan rendah, kemudian di indikator pelayanan kesehatan juga cukup bagus, didukung pula dengan adanya Rumah Sehat Covid-19 di Jakabaring," katanya beberapa waktu lalu.

Tapi di sisi epidemiologi, di Sumsel angka Rt (efektif reproduction rate) atau rata-rata angka penyebaran kasus, masih diatas 1.

Namun tidak sampai diangka 2. Untuk menilai Rt ini pihaknya gunakan dengan dua cara, yang mengamati statistik grafik harian penyakit Covid-19 dan dengan survei contact rate.

Pemprov Sumsel melalui Dinas Kesehatan Sumsel berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Epideomolgi Indonesia (PAEI) Cabang Sumsel.
Pemprov Sumsel melalui Dinas Kesehatan Sumsel berkolaborasi dengan Persatuan Ahli Epideomolgi Indonesia (PAEI) Cabang Sumsel. (Istimewa)

Menurutnya, di Sumsel telah dilakukan survei oleh tim kami yang didalamnya ada dari Fakultas Kedokteran Unsri bahwa rata-rata kontak orang sebelum PSBB Palembang-Prabumilih atau bulan lalu angkanya 14, saat ini menjadi 6,4. Artinya saat PSBB satu orang rata-rata berkontak dengan 6,4 orang. Nah kalau dihubungkan ke Rt tadi masih diatas 1.

"Memang menjadi syarat kita menuju normal baru ini, angka Rt stabil dibawah 1, selama 2 minggu, artinya terjadi penurunan kasus yang stabil. Kuncinya di situ," ungkapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Linda Trisnawati
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved