Masjid Ki Marogan

Masjid Ki Muara Ogan atau yang dikenal dengan nama Masjid Ki Marogan, menjadi salah satu masjid tertua di Palembang.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Dokumen Tribun Sumsel.
Masjid Ki Muara Ogan atau yang dikenal dengan nama Masjid Ki Marogan. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Masjid Ki Muara Ogan atau yang dikenal dengan nama Masjid Ki Marogan, menjadi salah satu masjid tertua di Palembang.

Informasi

Masjid Ki Marogan ada di Jalan Ki Marogan, Kelurahan I Ulu, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Masjid ini didirikan pada 1310 Hijriah atau 1871 Masehi oleh ulama besar Palembang yang terkenal dijamannya, yaitu Ki Masagus H Abdul Hamid atau yang lebih dikenal dengan nama Kiai Marogan.

Sejarah Penamaan

Penamaan masjid ini diambil dari nama julukan bagi ulama besar Palembang yang bernama lengkap Kiai Haji Masagus Abdul Hamid Bin Mahmud  yang terkenal gigih memperjuangkan islam di Palembang.

Ki Marogan dikenal sebagai ulama yang memiliki harta yang sebagian besar untuk menyebarkan agama Islam.

Ki Marogan dulunya saudagar kaya, pengusaha kayu bakar bahkan saudara-saudaranya ada yang menetap di Mekkah.

Sebagai pengusaha yang sukses Ki Marogan mendirikan masjid di pertemuan antara sungai Musi dan sungai Ogan, dari segi arsitektur bangunan masjid ini sama dengan masjid Agung Palembang.

Masjid ini bernama Masjid Jami' Kiai Haji Abdul Hamid bin Mahmud.

Akan tetapi masjid ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kiai Muara Ogan yakni masjid yang didirikan oleh kiai yang bertempat tinggal di tepi Sungai Musi di Muara Sungai Ogan. 

Lama kelamaan penyebutan Muara Ogan berubah menjadi Marogan atau Merogan, sehingga nama Masagus Haji Abdul Hamid sering dipanggil Kiai Masagus Haji atau Kiai Marogan.

Kiai Marogan Juga Sebagai Nama Jalan

Nama Kiai Marogan sekarang ini juga diabadikan sebagai nama jalan, mulai dari simpang empat jembatan Musi II Kemang Agung sampai dengan simpang empat Jembatan Kertapati 1 Ulu Palembang

Kegunaan Masjid

Pada mulanya masjid ini digunakan sebagai tempat salat dan belajar mengaji serta belajar agama bagi para keluarga dan masyarakat sekitar kampung Karang Berahi Kertapati, karena sebagai ulama Masagus Haji Abdul Hamid mempunyai banyak murid.

Salah satu muridnya sekaligus teman dekatnya yaitu Kiai Kemas Haji Abdurrahman Delamat atau sering disebut Kiai Delamat yang juga mendirikan masjid Al Mahmudiyah atau Masjid Suro di 32 Ilir Palembang.

Kemudian masjid yang semula milik pribadi Kiai Muara Ogan ini diwakafkan bersama dengan Masjid Lawang Kidul 5 Ilir Palembang pada tanggal 6 Syawal 1310 H (23 April 1893 M). 

Karena semakin lama jumlah anggota jamaah Masagus Haji Abdul Hamid semakin bertambah maka masjid tersebut perlu ditingkatkan fungsinya sebagai tempat shalat Jumat (masjid Jami').

Tidak ditemukan catatan yang pasti kapan masjid ini menjadi masjid Jami'.

Ada dugaan menyatakan bahwa salat Jumat baru dilakukan setelah persetujuan Raad Agama terhadap wakaf tersebut.

Bangunan Masjid

Ukuran asli masjid ini sebelum dilakukan renovasi dan perluasan adalah 18 meter x 19 meter.

Bagian dalam Masjid Ki Muara Ogan atau yang dikenal dengan nama Masjid Ki Marogan.
Bagian dalam Masjid Ki Muara Ogan atau yang dikenal dengan nama Masjid Ki Marogan. (Tribun Sumsel)

Bangunannya disangga empat saka guru tiang berbentuk persegi delapan berukuran 0,3 meter x 0,27 meter.

Sedangkan tingginya mencapai 5 meter.

Saka guru dikelilingi 12 tiang penunjang setinggi 4,2 meter dan besar 0,25 m x 0,25 meter, kayu penyangga ini terbuat dari kayu unglen.

Rangka bangunan atap, langit-langit dan kuda-kuda serta mimbar khas masjid ini juga masih menampakkan keasliannya.

Jadi Destinasi Wisata Religi

Di masjid tua dengan arsitektur yang masih dipertahankan lebih dari satu abad ini menjadikan masjid Ki Marogan sebagai salah satu destinasi religi yang mengagumkan.

Banyak orang yang datang ke sini seperti dari Malaysia dan Singapura, Bandung, Jawa dan lainnya.

Bahkan biasanya setiap hari besar Islam pasti ramai yang berkunjung ke sini. Karena ada yang namanya tradisi ziarah kubro.

Makam Kiai Marogan

Kiai Marogan wafat pada 31 Oktober 1901 dan dimakamkan di samping masjid.

Makamnya pun dikeramatkan hingga kini sering dikunjungi para peziarah yang datang dari berbagai daerah ditanah air.

Detial Info

Nama : Masjid Ki Muara Ogan atau yang dikenal dengan nama Masjid Ki Marogan
Nick name : Masjid Ki Marogan
Alamat : Jalan Ki Marogan
Kelurahan : I Ulu
Kecamatan : Kertapati
Kota : Palembang
Provinsi : Sumatera Selatan

Sumber : Bendahara Yayasan Masjid Ki Merogan Palembang Ismail Effendi

Baca Juga :

Masjid Suro, Salah Satu Masjid Bersejarah Di Kota Palembang

Masjid Agung Palembang atau Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo

Ikuti kami di
KOMENTAR
351 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved