Pertama di Indonesia, Lapas di Sekayu Gunakan Gelang Elektronik RFID

Pertama di Indonesia, Lapas di Sekayu gunakan gelang elektronik RFID untuk mengecek keberadaan warga binaannya.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Dokumen Dinas Kominfo Kabupaten Muba
Gelang RFID yang digunakan di Lapas Klas IIB di Sekayu. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Di Kabupaten Musi Banyuasin yang ada di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ada inovasi baru yang diciptakan.

Inovasi tersebut berupa gelang tag radio frequency identification (RFID), yang digagas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sekayu, Pudjiono Gunawan.

"Gelang elektronik ini sebenarnya digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah penghuni dengan berbasiskan teknologi," kata Pudji beberapa waktu lalu.

Lalu gelang tag RFID ini juga menjadi salah satu terobosan terbarunya untuk meminimalisir adanya perpindahan atau penempatan kamar yang tidak sesuai dengan database yang dimiliki.

"Inovasi ini diterapkan dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)," jelasnya.

Dikatakan, pihaknya mencoba melakukan terobosan melalui inovasi berupa membuat aplikasi dengan penggunaan gelang elektronik.

"Ini baru pertama kali di Indonesia, karena di lapas atau rutan manapun belum ada yang menerapkan dengan sistem seperti ini," ungkapnya.

Gelang RFID yang digunakan di Lapas Klas IIB di Sekayu
Gelang RFID yang digunakan di Lapas Klas IIB di Sekayu (Dokumen Dinas Kominfo Kabupaten Muba)

Ia pun berharap dengan adanya inovasi ini, Lapas IIB Sekayu yang merupakan pilot project, bisa diterapkan di seluruh lapas ataupun rutan di Indonesia.

Pudji menceritakan, idenya mengagas gelang ini muncul karena dirinya melihat kondisi di lapangan yang pada umumnya melakukan absen ataupun perhitungan jumlah penghuni menggunakan cara-cara yang masih konvensional.

Yakni melalui perhitungan menggunakan buku catatan.

Untuk itu dirinya mencoba melakukan terobosan untuk perhitungan berbasiskan teknologi agar semua perhitungan jumlah warga binaan bisa lebih terkendali.

"Gelang elektrik ini diberikan masing-masing penghuni, yang dijadikan sebagai alat sensor untuk memverifikasi warga binaan apakah sudah benar di kamarnya dan apakah nanti jumlah keseluruhannya itu sudah lengkap sebanyak isi hari itu," jelasnya.

Kedepan, pihaknya akan membuat gelang kaki elektrik yang terbuat dari besi untuk warga binaan yang bekerja di luar.

Hal ini guna mengantisipasi warga binaan yang kabur agar dengan sangat mudah dilacak.

Sementara itu, terkait dengan adanya pandemi virus corona (Covid-19) ini, warga binaan saat ini tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan.

Pihaknya memberikan solusi berupa kunjungan online agar mereka masih tetap bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya melalui video call, termasuk juga disidang online.

"Ke depan jika pandemi Covid-19 ini sudah berakhir, kita juga sudah menyiapkan sarana-sarana berupa kunjungan dengan berbasis IT, mulai dari nomor antrian," bebernya.

Lalu disiapkan juga mesin antrian yang langsung dapat memverifikasi wajah pengantri, sehingga menghindari adanya percaloan untuk mengambil nomor antrian tersebut.

"Kemudian diruang kunjungan itu juga kita siapkan layar monitor dimana layar monitor itu berisikan informasi-informasi tentang tata cara cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat, tata cara kunjungan dan hak-hak lainnya ataupun layanan-layanan lainnya yang kita berikan di Lapas kelas IIB Sekayu ini," kata dia.

Sedangkan Programmer Gelang Elektrik, Nur Widi mengatakan, pengembangan sisi teknologi untuk penghitungan warga binaan karena pada implementasinya di lapangan banyak terjadi warga binaan sering keluar kamar, sehingga membuat data antara sistem database pemasyarakatan dengan yang nyata fisiknya itu berbeda.

Ikuti kami di
KOMENTAR
323 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved