Di Tengah Pandemi Covid-19, MUI Sarankan Zakat Maal dan Zakat Fitrah Dibayarkan Lebih Awal

MUI mendorong pejabat atau perusahaan agar menyalurkan zakat maal atau zakat harta lebih cepat. Begitupun dengan zakat fitrah bisa dibayar lebih awal.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Dokumen Tribun Sumsel
Ilustrasi berzakat. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Mengingat saat ini situasi sedang pandemi Covid-19, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong pejabat atau perusahaan agar menyalurkan zakat maal atau zakat harta lebih cepat.

Sebab banyak masyarakat yang kesulitan di tengah pandemi corona seperti ini.

Sehingga tak jarang ada yang dipecat oleh perusahaan, yang berakibat kepala keluarga tak bisa menafkahi keluarganya.

Menurut Ketua MUI Palembang dan juga Ketua Baznas Palembang HM Saim Marhadan, keutamaan dari zakat maal ini salah satunya menyucikan harta.

"Jadi orang yang memiliki rezeki berlimpah agar berzakat untuk menyucikan harta," katanya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan, surat Adz-Dzariat ayat 19 yang artinya, "dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian".

"Hanya 2,5 persen saja hak fakir miskin yang ada pada seluruh harta yang kita miliki. Kalau kita menunda-nunda bahkan enggan mengeluarkan zakatnya maka sama saja kita memakan hak orang lain," jelasnya.

Menurutnya, syarat-syarat kekayaan yang wajib di zakat maal ini diantaranya harus cukup nishab dan al haul (berlalu satu tahun).

Untuk nishab ini sesuai dengan yang sudah ditentukan, haul itu kan kepemilikan harta berlalu satu tahun tapi karena di masa pandemi seperti ini nishabnya sudah cukup misal kalau emas 85 gram (14-15 suku) jadi kalau uang dikali saja 1 gram emasnya berapa, jadi itu yang zakatkan 2,5 persen.

Ketentuan lain yang memberikan zakat maal ini adalah yang penting orang tersebut memiliki harta tersebut.

Misal ada juga hasil perkebunan, punya uang ratusan juta, kalau diuangkan misal sekitar Rp 60 juta setahun.

Maka juga perlu dikeluarkan zakat maal.

"Kalau orang yang tidak memiliki harta lebih seperti yang saya sebutkan tadi, bisa sedekah atau infaq saja," katanya.

Untuk bayar zakat maal ini bisa melalui badan amil zakat, melalui unit pengumpul zakat (UPZ) di masjid-masjid.

Nanti zakat maal ini akan disalurkan badan amil zakat kepada 8 golongan yang berhak menerima zakat tersebut seperti fakir dan miskin, miskin, amil (pengurus zakat), muallaf, hamba sahaya, orang orang yang memiliki hutang, fi sabilillah dan ibnu sabil.

Sementara itu, sama seperti zakat maal yang dikeluarkan lebih cepat, zakat fitrah pun tak perlu menunggu akhir Ramadan atau sebelum Idul Fitri dan bisa dibayar lebih awal.

Baca Juga :

Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Ini Penjelasan Profesor Yuwono

Jelang PSBB, Pemkot Palembang Tegaskan Akan Beri Sanksi Bagi Pelanggar: Teguran hingga Pidana

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
324 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved