Ini Pendapat Para Pengusaha Jika Diberlakukan PSBB di Palembang

Kota Palembang sedang bersiap-siap untuk memberlakukan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB).

Istimewa
Kompilasi foto pengusaha di Palembang. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kota Palembang sedang bersiap-siap untuk memberlakukan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB).

Jika Palembang benar-benar memberlakukan PSBB bagaimana tanggapan para pengusaha di Palembang ya?

Berikut hasil wawancara Tribun Sumsel Wiki dengan beberapa para pengusaha di Palembang seperti Kurmin Halim, Bunda Rayya, Irna Agustina dan Tria Gunawan.

Menurut Kurmin Halim, kondisi Kota Palembang yang sudah masuk zona merah pandemi Covid-19 mau tidak mau maka Pemda Kota Palembang dengan berat hati harus menggajuhkan kepada Menteri Kesehatan agar Palembang menjadi daerah PSBB. 

"Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai agar virus korona tidak meluas kemana-mana. Menurut kami sebagai pengusaha, ini juga akan membuat dunia usaha tambah berat karena ada beberapa bidang usaha yang ketika PSBB diberlakukan mereka harus stop usahanya minimal 14 hari," katanya beberapa waktu lalu.

Harapannya, Pemda harus betul-betul mempersiapkan diri dengan baik terutama masalah kebutuhan pokok harus tersedia dengan cukup jangan sampai nanti ada masyarakat yang kelaparan dan sebagainya.

Bantuan kepada mereka yang kena dampak diberlakukannya PSBB juga harus jadi perhatian Pemda.

"Kalau benar-benar diberlakukan PSBB, maka antisipasi yang bisa kami lakukan adalah mencari terobosan dan inovasi agar walau PSBB diberlakukan usaha masih bisa berjalan," ungkapnya.

Walaupun menurutnya, mungkin karyawan yang masuk kerja tidak lagi maksimal karena tetap melakukan pekerjaan tertentu di rumah.

Sementara itu Owner Dapur Bunda Rayya, Bunda Rayya mengatakan, bahwa ada sisi baik dan buruknya kalau sampai diberlakukan PSBB di Palembang

"Sisi baik nya, kita bisa memutuskan rantai pandemi Covid-19. Namun sisi buruknya kita tidak mendapatkan penghasilan sama sekali," cetusnya.

Maka jika memang nantinya diberlakukan PSBB antisipasinya akan membeli kebutuhan pokok seperlunya, dan menyiapkan masker, sabun cuci tangan dan lain-lain.

Sedangkan kalau menurut Owner Alishamarsya dan Bantalcantiks Alisha Irna Agustina mengatakan, bahwa peraturan yang ditetapkan pemerintah tentunya harus dipatuhi.

Karena tentunya demi kebaikan bersama untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

"Semoga dengan langkah ini Palembang akan aman kedepannya dari virus corona, tidak berada dalam red zona lagi," kata Irna. 

Lalu terkait antisipasi yang akan dilakukan jika Palembang benar-benar akan memberlakukan PSBB menurutnya, ada beberapa langkah antisipasi yang akan ia lakukan yaitu persempit jangkauan.

PSBB yang berlaku saat ini bersifat lokal, artinya arus barang keluar-masuk, interaksi dan juga mobilitas yang keluar-masuk sangat terbatas bahkan dilarang. 

Sebagai pelaku bisnis UKM harus menyempitkan jangkauan pasar target, bahkan supplier.

Lalu menstock barang, stok barang menjadi penting disaat PSBB diberlakukan.

"Rasanya akan sulit untuk memasok dan menjaga stok barang apalagi jika barang tersebut memiliki tingkat penyusutan yang cepat dan tinggi," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
320 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved