Tips Mengatur Nutrisi Selama Work From Home

Adapun komposisi zat gizi meliputi Karbohidrat 50 – 60 persen dari total kalori, protein 15-20 persen dari total energi, Lemak 20-25 persen.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Ahli Gizi Klinik Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Yenita, DCN, MPH, RD 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Menerapkan Work From Home (WFH) merupakan salah satu anjuran dari pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

Namun, ditengah kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona, menyebabkan tingginya tekanan yang berakibat pada stres yang berakibat pada menurunnya imunitas tubuh.

Tak hanya itu, menurut Ahli Gizi Klinik Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Yenita, DCN, MPH, RD, WFH juga dapat meningkatkan tekanan emosional yang memicu pelarian makan yang berlebih.

"Terlebih saat WFH, akitivitas gerak kita jadi berkurang jika dibandingkan dengan bekerja di kantor. Dampaknya adalah bertambah berat badan atau menjadi gemuk," ujarnya, Senin (13/4/2020).

Sebab menurutnya, biasanya makanan tinggi kalori, tinggi lemak dan rendah serat seperti junk food, camilan keripik kentang, kacang, pisang goreng, cracker roti bakery, pempek, tekwan, model, minuman cramer, kopi instan dan lain-lain adalah makanan yang lebih cenderung dipilih untuk menemani masa WFH.

"Perlu diingat bahwa yang mempengaruhi kebutuhan energi seseorang adalah umur, jenis kelamin, aktivitas dan keadaan khusus," ujarnya.

Untuk itu, mengatur nutrisi sangat penting agar berat badan tetap ideal dan imunitas terjaga baik dengan cara konsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Apabila kebutuhan zat gizi terpenuhi, maka tubuh akan menjadi lebih kuat dan tidak mudah terinfeksi.

"Maka dari itu tubuh membutuhkan zat gizi berupa energi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral," ungkapnya.

Adapun komposisi zat gizi meliputi Karbohidrat 50 – 60 persen dari total kalori, protein 15-20 persen dari total energi, Lemak 20-25 persen dari total energi.

Vitamin dan mineral sesuai AKG (Anjuran Kebutuhan Gizi).

Dalam mengatur gizi seimbang yaitu susunan makanan sehari–hari harus mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

"Tentunya dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal," ujarnya.

Adapun dalam mengatur pola makan gizi seimbang yaitu dengan mematuhi
jadwal makan pagi, siang, malam.

Serta lengkapi dengan selingan pagi dan sore.

Porsinya, setengah dari piring makan terdiri dari sayur dan buah-buahan dengan beragam jenis dan warna.

Selanjutnya, seperempat dari piring makan, diisi dengan protein yang dapat memilih ikan, ayam atau kacang-kacangan (tempe, tahu).

Batasi konsumsi daging merah ataupun daging olahan, misalnya sosis, nuget dan lain-lain.

Lalu seperempat lagi dari piring makan dipenuhi dengan karbohidrat dari biji-bijian utuh, seperti nasi, nasi beras merah, gandum utuh, atau pasta.

"Kandungan gula dari roti atau beras putih tergolong tinggi. Oleh karena itu, hati-hati jika memiliki masalah dengan gula darah," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
296 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved