Mapala Palaspa Produksi Face Shield Handmade untuk Tenaga Medis, Gratis!

face shield ini dibuat untuk dibagikan gratis ke tenaga medis di fasilitas kesehatan atau Faskes tingkat pertama.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Istimewa
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang (Palaspa) sedang memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) berupa face shield (pelindung wajah) untuk dibagikan ke tenga medis secara gratis. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang (Palaspa) memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) berupa face shield (pelindung wajah).

Ketua umum Mapala Palaspa Muhammad Alex Hendra mengatakan, face shield ini dibuat untuk dibagikan gratis kepada tenaga medis di fasilitas kesehatan atau askes tingkat pertama.

Kebutuhan APD bagi tenaga kesehatan semakin tinggi.

Termasuk jenis face shield atau pelindung wajah dari virus corona atau Covid-19.

"Langkanya APD di tengah wabah virus ini mengharuskan semua pihak bahu membahu membuat alat pelindung diri secara mandiri," katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, selama Work From Home (WFH) anggota Mapala Palaspa tergerak untuk tetap berkarya dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas dalam memerangi Covid -19 dengan membuat APD ini.

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang (Palaspa) sedang memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) berupa face shield (pelindung wajah) untuk dibagikan ke tenga medis secara gratis.
Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang (Palaspa) sedang memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) berupa face shield (pelindung wajah) untuk dibagikan ke tenga medis secara gratis. (Istimewa)

Dikatakannya, dalam pembuatan face shield ini terbilang sangat mudah dan dengan biaya yang relatif murah.

APD pelindung wajah ini nantinya akan disumbangkan ke tenaga medis tingkat pertama

"Kita prioritaskan diberikan kepada tenaga medis di tingkat pertama, yang mana mereka merupakan garda terdepan dalam menghadapi wabah Covid-19" katanya.

Terkait dana untuk memproduksi masker ini melalui donasi dari seluruh Anggota Mapala Palaspa, dimana dana terkumpul saat ini mampu untuk membuat 300 buah face shield.

"Proses pembuatannya ini berdasarkan inisiatif dari anggota yang melihat pemberitaan tentang cara pembuatannya face shield handmake," ungkapnya.

Adapun bahan yang digunakan sangat mudah didapat mulai dari plastik mika, busa, karet dan double tipe.

Selain memproduksi, pihaknya mengakui jika donasi yang didapat juga dapat membantu penjahit yang mana saat ini ditengah wabah virus Covid-19 mengalami penurunan pendapatan.

"Bedanya yang kita lihat di media sosial dan pemberitaan itu untuk melekatkan hanya menggunakan lem. Sedangkan untuk masker yang kita produksi ini kita jahit," bebernya.

Dalam membagikan masker tersebut, seluruh anggota Mapala Palaspa yang berada di kampung halamannya untuk mendata puskesmas di daerahnya masing-masing terkait kebutuhan akan masker mika ini.

"Untuk saat ini sudah ada 2 Puskesmas dan Satu Rumah sakit yang sudah didata untuk disalurkan, tiap Faskes tingkat pertama masing-masing mendapatkan 30 buah masker mika," tuturnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jika kedepannya akan terus memproduksi masker mika jika ada donasi dari masyarakat.

"Kita open donasi untuk masyarakat yang ingin membantu gerakan kita ini, untuk satu masker mika membutuhkan biaya kurang lebih Rp 10.000," katanya.

Baca Juga :

295.067 Pelanggan PLN di Sumsel Digratiskan Selama Tiga Bulan, Ada Juga yang Diskon 50 Persen

Kompetisi Desain Motif Gambo Muba dengan Total Hadiah Puluhan Juta, Simak Info Lengkapnya

Ikuti kami di
KOMENTAR
285 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved