Prabumulih Ditetapkan sebagai Zona Merah Covid-19 di Sumsel

Seiring dengan terjadinya tarnsmisi lokal yang terjadi di Prabumulih maka kini Kota Prabumulih ditetapkan sebagai zona merah.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Corona.sumselprov.go.id
Peta sebaran Covid-19 di Sumsel. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumatera Selatan terus bertambah.

Hingga Jumat (3/4/2020) sudah ada 12 pasien yang dinyatakan positif virus corona.

Dari 12 kasus tersebut, sebanyak 4 kasus diberada di Kota Prabumulih, 4 di Palembang, 2 di OKI, 1 Oku, dan ada satu dari luar wilayah Sumsel.

Untuk di Prabumulih ada terjadi transmisi lokal.

Maka seiring dengan terjadinya transmisi lokal yang terjadi di Prabumulih kini Kota Prabumulih ditetapkan sebagai zona merah.

" Prabumulih telah ditetapkan sebagai daerah zona merah," kata Juru Bicara Covid-19 di Sumsel Yusri, saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah pasien positif dengan nomor kasus 02 meninggal dunia,terjadi  penularan kasus Covid-19 secara lokal di Prabumulih.

Dari empat yang positif tiganya dari transmisi lokal 02.

Untuk tiga pasien yang baru ditetapkan positif ini merupakan keluarga dekat kasus 02.

Yusri mengatakan, pihaknya sudah meminta sejumlah pihak keluarga maupun kerabat yang sebelumnya menjalin kontak langsung dengan pasein 02 maupun pasien positif Covid-19 baru lainnya agar melakukan isolasi diri.

"Kami juga sudah meminta Dinas Kesehatan setempat melakukan tracing terhadap orang-orang yang sempat menjalin kontak langsung dengan semua pasien dari Prabumulih, karena mereka otomatis masuk kelompok orang berisiko," katanya.

Sedangkan untuk kota Palembang belum ditetapkan sebagai zona merah karena belum terjadi transmisi lokal.

Kasus yang terjadi masih import atau dari daerah pandemi.

Sementara itu Juru Bicara Covid-19 Provinsi Sumsel Prof Dr dr Yuwono, M Biomed menambahkan, penetapan zona merah sesuai kaidah epidemiologi bukan otorisasi pihak tertentu.

"Jadi otomatis Prabumulih zona merah. Coba saja lihat peta Covid-19 di Sumsel pasti Prabumulih berwarna merah," ungkapnya.

Prof Yuwono pun menjelaskan, secara hitungan epidemiologi bila ada yang wafat dan positif 2 orang berarti mestinya akan ada menemukan 50 sampai 100 orang.

"Logikanya demikian karena 1 kasus positif kemungkinan kontak erat 20 orang dan dari 20 orang kontak erat bisa 2 yang positif artinya bisa dua kali lipat," kata Prof Yuwono.

Untuk itu menurutnya, di sini pentingnya gerak massive pemerintah untuk temukan kasus dan kemudian lock (lokalisir).

Termasuk boleh dikatakan ada transmisi lokal, berarti zona merah agar warga di sekitar lebih waspada.

Pemerintah Provinsi Sumsel sudah usaha dua hal utama untuk temukan sebanyak-banyaknya kasus yaitu BBLK sudah bisa PCR dan Rumah Sehat Covid-19 Jakabaring.

Selebihnya tracking semua orang yang kontak dengan kasus.

Ikuti kami di
KOMENTAR
284 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved