Proyek KELOLA Sendang Berakhir Maret 2020, Ini Hasil Kerjanya

Proyek Kemitraan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Sembilang Dangku (KELOLA Sendang) dimulai Maret 2016 berakhir Maret 2020.

Proyek KELOLA Sendang Berakhir Maret 2020, Ini Hasil Kerjanya
Istimewa
Piring dari pelepah pinang hasil dari Kabupaten Muba. 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Proyek Kemitraan Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Sembilang Dangku (KELOLA Sendang) berakhir Maret 2020.

KELOLA Sendang merupakan suatu model pendekatan lanskapa yang didukung oleh Pemerintah Inggris melalui UKAID-DFID dan Pemerintah Norwegia melalui NICFI, diimplementasikan untuk memfasilitasi dan mendukung pemerintah, sektor swasta dan masyarakat lokal.

Direktur Proyek KELOLA Sendang ZSL Indonesia Damayanti Buchori mengatakan, proyek yang dilaksanakan oleh mitra konsorsium di gawangi oleh ZSL Indonesia, bersama dengan SNV, Daemeter, Deltares dan HaKI, dimulai Maret 2016 dan berakhir di Maret 2020.

"Titik utama fasilitas ini ditujukan untuk mengembangkan kemitraan, untuk pengelolaan lanskap berkelanjutan pada areal seluas 1,6 juta hektare yang membentang dari Taman Nasional Berbak-Sembilang sampai dengan Suaka Margasatwa Dangku," kata Damayanti, Kamis (19/3/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam wilayah kerja Kelola Sendang terdapat 15 Kecamatan, 21 desa, dan memiliki 144.545 kepala keluarga dengan 465,903 jiwa.

Desa-desa prioritas tersebut mewakili masalah-masalah yang berhubungan dengan dinamika lanskap yang membutuhkan solusi terbaik dalam pengelolaan lanskap secara berkelanjutan.

"Dalam implementasinya, KELOLA Sendang memfasilitasi kerjasama parapihak
dalam merespon isu-isu penting lanskap," ungkapnya.

Menurutnya, selain membangun kemitraan dengan menyatukan semua elemen dan pihak, KELOLA Sendang turut mendukung kerja Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang terbagi dalam dua lingkup administratif yaitu pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.

"Dalam hal ini adalah Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin dalam membangun perencanan yang kuat berdasarakan tata KELOLA Lanskap yang baik dalam konteks pengelolaan lanskap yang berkelanjutan," bebernya.

Ia pun menjelaskan, KELOLA Sendang bekerja dengan berfokus pada tiga tipe lanskap spesifik dan unik, yang disebut dengan area model.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved