Muhammad Usman Haris

Usman panggilan akrabnya, telah menjadi Ketua Kampung KB Layang-Layang dan juga menjadi motivator KB pria.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Motivator KB pria Muhammad Usman Haris menujukan piala motivator juara satu tingkat Nasional, Kamis (13/3/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Berawal dari ketertarikannya tentang KB pria membuat Muhammad Usman Haris mendalami KB pria dan jadi akseptor KB.

Bahkan kini Usman panggilan akrabnya, telah menjadi Ketua Kampung KB Layang-Layang yang ada di Lorong Sei Tawar I, Kelurahan 29 Ilir, Palembang.

Informasi

Muhammad Usman Haris atau yang sering disapa Usman di tahun 2014 sempat ikut seminar tentang KB pria di Kantor Camat.

Selain pernah ikut seminar tentang KB pria, Usman pun pernah mendengarkan radio tentang KB pria.

Setelah mendengarkan tentang KB pria, Usman pun tertarik untuk ikut KB pria.

Namun, Usman sendiri sempat terkendala karena istrinya sedang hamil.

Setelah istrinya melahirkan, akhirnya Usman daftar jadi pasien atau akseptor KB pria.

Keinginannya ikut KB pria ini lantaran anaknya sudah lima.

Selain itu karena pekerjaannya yang hanya sebagai buruh dikhawatirkan tidak bisa mencukupi keluarganya jika terus bertambah anak.

Untuk itulah Usman memilih ikut KB pria.

Jadi Motivator KB Pria

Pria kelahiran 8 April 1982 ini tergerak untuk menjadi KB pria'>motivator KB pria karena di lingkungan tempat tinggalnya padat penduduk.

Terlebih masyarakat nya kebanyakan berpenghasilan rendah.

Untuk itu setelah menjadi akseptor KB dan merasakan manfaatnya KB pria, akhirnya Usman mengajak teman-temannya untuk turut jari akseptor KB pria.

Awalnya Usman mengajak dua orang untuk jadi akseptor KB pria.

Lalu lama kelamaan bertambah terus hingga akhirnya ratusan orang sudah ia ajak jadi akseptor KB pria.

Bahkan karena banyaknya orang yang telah diajaknya, Usman pun sempat mendapatkan penghargaan sebagai juara 1 motivator tingkat nasional.

Namun menurut Usman mengajak orang untuk ikut jadi akseptor KB ini bukan perkara mudah.

Butuh proses yang lama, paling tidak harus dilakukan pendekatan face to face minimal dua sampai tiga kali.

Usman mengakui kerap mengalami kendala saat mengajak kalangan pria untuk melakukan program KB.

Mulai dari pria yang merasa malu lakukan vasektomi hingga anggapan jika program KB pria adalah pengebirian.

Belum lagi, soal cara pendekatan kepada para pria yang harus intens dan tak bisa sembarang, Usman juga harus dihadapkan pada persoalan boleh atau tidaknya melakukan program KB dari sisi agama.

Belum berhasil mengajak para pria untuk menjalankan program KB, Usman pun tak habis akal.

Dia menggerakkan kader KB dari kalangan perempuan untuk membujuk para suami mereka ikut program pemerintah tersebut.

Jika dari sisi pendekatan ibu-ibu untuk membujuk suaminya melakukan KB juga tidak berhasil maka otomatis si wanita nya yang di KB.

Di Kampung KB Layang-Layang ini, tak hanya Usman yang berkerja.

Namun ada beberapa tim juga, seperti ada bina keluarga remaja (BKR), ada bina balita, lansia dan lain-lain.

Akseptor KB Pria Bukan Orang Sembarangan

Usman pun mengajak para pria untuk KB bukan orang yang sembarangan.

Maksudnya ada kriteria yang diperolehkan untuk KB pria seperti yang sudah memilik anak lebih dari tiga.

Kemudian memang dengan kategori ekonomi menengah kebawah.

Kalau orang yang punya uang tidak ber-KB tidak masalah karena bisa memberikan nafkah keluarganya dan berkecukupan.

Kalau di sini yang diajak orang yang memang sudah banyak anak dan berpenghasilan kecil, sehingga kalau semakin banyak anaknya akan berakibat pada kebutuhan keluarga yang bertambah besar.

Menurut Usman KB pria ini penting, dan bagus.

Usman pun mencontohkan, semisal penghasilan hanya Rp 75 ribu per hari untuk menghidupi 5 orang maka masih cukup.

Nah bagaimana kalau hanya dengan penghasilan Rp 75 ribu untuk menghidupi 10 orang, tentu tidak cukup.

Lalu semisal istri yang KB tetap butuh biaya untuk bayar KB, misal kalau KB suntik maka perlu mengeluarkan biaya paling tidak sebulan atau tiga bulan seklai.

Sedangkan kalau KB pria ini cukup sekali karena permanen.

Pendidikan Formal

Dalam pendidikan, Usman hanya mengenyam pendidikan sampai SMP.

Namun meskipun hanya sampai SMP tak menyurutkan semangat Usman untuk mengabdi dan berbuat yang baik untuk kampungnya.

Usman pernah bersekolah di SD 302 Palembang.

Bahkan Usman pernah pindah ke SD Air Batu.

Menyelesaikan SD di Ari Batu akhirnya Usman lanjut SMP di Talang Kelapa.

Organisasi

Berbagai organisasi pernah ia ikuti seperti Tagana Kota Palembang, lalu Koni Palembang, Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK), Relawan Palembang Emas, Linmas dan lain-lain.

Kehidupan Pribadi

Usman menikah dengan Zulaikha di tahun 2002.

Kini Usman sudah memiliki lima orang anak, anak pertama bernama Muhammad Haikal, anak kedua bernama Muhammad Fatan Rizky, anak ketiga bernama Muhammad Fadil Hidayat Tulah , anak keempat bernama Muhammad Fatir Ujuan Zaidan dan anak kelima bernama Hanifah Inara Ramadani.

Penghargaan

• Juara satu KB pria'>motivator KB pria tingkat Kota Palembang tahun 2016
• Juara III KB pria'>motivator KB pria tingkat Provinsi Sumsel tahun 2018
• Juara I KB pria'>motivator KB pria tingkat Provinsi Sumsel tahun 2018
• Juara satu KB pria'>motivator KB pria tingkat Nasional tahun 2018

Informasi

Baca Juga :

Ratusan Pria di Kelurahan 29 Ilir Sudah KB

Ini Khasiat Daun Kelor Menurut Seorang Ahli

Ikuti kami di
KOMENTAR
257 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved