Muhammad Usman Haris

Usman panggilan akrabnya, telah menjadi Ketua Kampung KB Layang-Layang dan juga menjadi motivator KB pria.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Motivator KB pria Muhammad Usman Haris menujukan piala motivator juara satu tingkat Nasional, Kamis (13/3/2020). 

Usman mengakui kerap mengalami kendala saat mengajak kalangan pria untuk melakukan program KB.

Mulai dari pria yang merasa malu lakukan vasektomi hingga anggapan jika program KB pria adalah pengebirian.

Belum lagi, soal cara pendekatan kepada para pria yang harus intens dan tak bisa sembarang, Usman juga harus dihadapkan pada persoalan boleh atau tidaknya melakukan program KB dari sisi agama.

Belum berhasil mengajak para pria untuk menjalankan program KB, Usman pun tak habis akal.

Dia menggerakkan kader KB dari kalangan perempuan untuk membujuk para suami mereka ikut program pemerintah tersebut.

Jika dari sisi pendekatan ibu-ibu untuk membujuk suaminya melakukan KB juga tidak berhasil maka otomatis si wanita nya yang di KB.

Di Kampung KB Layang-Layang ini, tak hanya Usman yang berkerja.

Namun ada beberapa tim juga, seperti ada bina keluarga remaja (BKR), ada bina balita, lansia dan lain-lain.

Akseptor KB Pria Bukan Orang Sembarangan

Usman pun mengajak para pria untuk KB bukan orang yang sembarangan.

Maksudnya ada kriteria yang diperolehkan untuk KB pria seperti yang sudah memilik anak lebih dari tiga.

Kemudian memang dengan kategori ekonomi menengah kebawah.

Kalau orang yang punya uang tidak ber-KB tidak masalah karena bisa memberikan nafkah keluarganya dan berkecukupan.

Kalau di sini yang diajak orang yang memang sudah banyak anak dan berpenghasilan kecil, sehingga kalau semakin banyak anaknya akan berakibat pada kebutuhan keluarga yang bertambah besar.

Menurut Usman KB pria ini penting, dan bagus.

Usman pun mencontohkan, semisal penghasilan hanya Rp 75 ribu per hari untuk menghidupi 5 orang maka masih cukup.

Nah bagaimana kalau hanya dengan penghasilan Rp 75 ribu untuk menghidupi 10 orang, tentu tidak cukup.

Lalu semisal istri yang KB tetap butuh biaya untuk bayar KB, misal kalau KB suntik maka perlu mengeluarkan biaya paling tidak sebulan atau tiga bulan seklai.

Sedangkan kalau KB pria ini cukup sekali karena permanen.

Pendidikan Formal

Ikuti kami di
KOMENTAR
257 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved