Ratusan Pria di Kelurahan 29 Ilir Sudah KB

KB pria untuk vasektomi ini gratis dan dibiayai pemerintah, namun kuotanya terbatas karena mahal. Jadi saat ini sudah banyak yang antre.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Ketua Kampung KB Layang-Layang Muhammad Usman Haris saat di Kampung KB Layang-Layang, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM -  Mungkin sebagain orang masih tabu mendengar kata KB Pria.

Namun di Kelurahan 29 Ilir ratusan pria sudah melakukan program Keluarga Berencana (KB).

"Di kelurahan 29 Ilir ini sudah ada lebih dari 100 orang melakukan KB," kata Ketua Kampung KB Layang-Layang Muhammad Usman Haris saat di Kampung KB Layang-Layang, Lorong Sei Tawar I, Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang, Jumat (13/3/2020).

Usman pun mengatakan, para pria yang sudah ber KB itu atas ajakannya.

Sebab selain sebagai Ketua Kampung KB, ia juga sebagai Motivator KB pria.

"Awalnya di 2014 saya dulu yang KB, setelah itu baru mengajak yang lainnya. Pertama saya ajak dua orang, lalu empat orang, enam orang dan seterusnya hingga pernah 100 orang," bebernya.

Bahkan menurutnya, untuk KB pria saat ini sudah ada yang antre.

Sedikitnya ada 10 orang yang antre, sebab untuk biaya KB pria berupa vasektomi ini mahal jadi memang membutuhkan anggaran yang besar.

" KB pria untuk vasektomi ini gratis dan dibiayai pemerintah, namun kuotanya terbatas karena mahal. Jadi saat ini sudah banyak yang antre," ungkapnya.

Pria yang sudah memiliki lima orang anak ini pun menceritakan, ia mengajak para pria untuk KB bukan orang yang sembarangan.

Maksudnya,a kriteria yang diperbolehkan untuk KB pria seperti yang sudah memilik anak lebih dari tiga.

Kemudianm dengan kategori ekonomi menengah ke bawah.

"Kalau orang yang punya uang tidak ber-KB tidak masalah, karena bisa memberikan nafkah keluarganya dan berkecukupan. Kalau di sini kan kita ngajaknya orang yang memang sudah banyak anak dan berpenghasilan kecil, sehingga kalau semakin banyak anaknya akan berakibat pada kebutuhan keluarga yang bertambah besar," ungkapnya.

Menurutnya, KB pria ini sangat bagus, sebab permanen dan gratis karena dibiayai pemerintah.

"Bagi saya KB pria ini penting, sebab saya hanya bekerja sebagai buruh dan anak saya sudah lima. Kalau sampai nanti punya anak lagi maka cukup berat," ungkapnya.

Ia pun mencontohkan, semisal penghasilan hanya Rp 75 ribu per hari untuk menghidupi lima orang maka masih cukup.

Nah, bagaimana kalau hanya dengan penghasilan Rp 75 ribu untuk menghidupi 10 orang, tentu tidak cukup.

"Lalu semisal istri yang KB tetap butuh biaya untuk bayar KB, misal kalau KB suntik maka perlu mengeluarkan biaya paling tidak sebulan atau tiga bulan seklai. Sedangkan kalau KB pria ini cukup sekali karena permanen," katanya.

Menurutnya, untuk mengajak para pria yang sudah memiliki banyak anak ini bukan perkara mudah.

Butuh proses yang lama, paling tidak harus dilakukan pendekatan face to face minimal dua sampai tiga kali.

Usman mengaku kerap mengalami kendala saat mengajak kalangan pria untuk melakukan program KB.

Mulai dari pria yang merasa malu lakukan vasektomi hingga anggapan jika program KB pria adalah pengebirian.

Belum lagi, soal cara pendekatan kepada para pria yang harus intens dan tak bisa sembarang.

Usman juga harus dihadapkan persoalan boleh atau tidaknya melakukan program KB dari sisi agama.

Belum berhasil mengajak para pria untuk menjalankan program KB, Usman pun tak habis akal.

Para tim dari Kampung KB Layang-Layang berfoto bersama di Rumah Data yang ada di Kampung KB Layang-Layang, Jumat (13/3/2020).
Para tim dari Kampung KB Layang-Layang berfoto bersama di Rumah Data yang ada di Kampung KB Layang-Layang, Jumat (13/3/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

Dia menggerakkan kader KB dari kalangan perempuan untuk membujuk para suami mereka ikut program pemerintah tersebut.

"Jika dari sisi pendekatan ibu-ibu untuk membujuk suaminya melakukan KB juga tidak beri maka otomatis si wanita nya yang di KB," cetusnya.

Menurut Usman, di Kampung KB Layang-Layang ini tak hanya dirinya yang bekerja namun ada beberapa tim seperti ada Bina Keluarga Remaja (BKR), ada bina balita, lansia dan lain-lain.

Baca Juga :

Sudah Rasakan Manfaatnya KB Pria, Usman Giat Ajak Pria Untuk KB

BPBD Provinsi Sumsel Miliki UPTB Trauma Center dan Kesehatan Masyarakat, Begini Cara Penanganannya

Ikuti kami di
KOMENTAR
245 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved