Jam Matahari Kini Jadi Kenangan Sejarah

Jam matahari dengan tongkat tegak lurus atau yang disebut gnomon ini ada di halaman belakang Masjid Agung Palembang.

Jam Matahari Kini Jadi Kenangan Sejarah
Tribunsumselwiki/Linda
Jam matahari yang ada di Masjid Agung Palembang, Selasa (25/2/2020). 

Namun di era masa ini salah satu ulama ahli ilmu Falak yang faham dan mahir menimbang jam matahari ini ialah alm Kiyai Yayik (Habib Ali al-Kaff).

Beliau rutin mengecek waktu salat dengan menggunakan jam matahari di masjid Sultan Palembang ini.

"Saya pun sempat menyaksikan Ki Yayik di tahun 1980 an menimbang jam matahari tersebut. Namun sekarang jam matahari ini sudah tidak dipakai lagi, hanya jadi kenangan sejarah," ungkapnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang atau Masjid Agung SMB Jaya Wikramo Ir Kgs H Ahmad Sarnubi menambahkan, bahwa jam matahari tersebut saat ini tidak digunakan lagi lantaran tidak ada ahli falak.

"Dulu memang ada ulama yang ahli falak namanya Kyai Haji Muhammad Amin Azhari. Saking fanatiknya, kalau mau salat ia berdasarkan jam matahari tersebut," kata Sarnubi.

Baca Juga :

Mengenal Lima Kue Khas Palembang, Mulai Dari Dadar Jiwo hingga Kue Kojo

Bahkan ia sempat mengajar tentang falak ini di sini.

Namun meskipun sudah ada yang diajarkan saat ini tak ada yang meneruskan untuk menggunakan jam matahari ini.

"Jam matahari ini tidak lagi digunakan sejak tahun 2000-an. Di sini ada dua jam matahari yang satu dekat kolam wudhu di pinggir jalan, satunya lagi tak jauh dari situ di tengah jalan," bebernya.

Menurutnya yang lama itu yang ada di tengah jalan di halaman belakang Masjid Agung yang sejak kapannya ada ia pun tak tahu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved