Begini Cara Menentukan Waktu Salat Menggunakan Jam Matahari pada Zaman Dahulu

Jam matahari ini dulunya digunakan untuk menentukan waktu salat Dzuhur dan Ashar.

Begini Cara Menentukan Waktu Salat Menggunakan Jam Matahari pada Zaman Dahulu
Tribunsumselwiki/Linda
Jam matahari yang ada di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang, Selasa (25/2/2020) 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Jam matahari dengan tongkat tegak lurus atau yang disebut gnomon ini ada di halaman belakang Masjid Agung Palembang.

Masjid Agung Palembang atau Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I yang dikenal pula dengan sebutan Jayo Wikramo ini ada di Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Nomor I.

Tepat di pertemuan antara Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman, pusat Kota Palembang.

"Alat tersebut biasanya digunakan untuk menentukan waktu salat Zuhur dan asar," kata Ketua Pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang atau Masjid Agung SMB Jaya Wikramo Ir Kgs H Ahmad Sarnubi, Selasa (25/2/2020).

Prinsip kerja jam tersebut menggunakan bayangan dari jarum di atas cekungan. 

Bayangan jarum tersebut akan menunjukkan angka yang tertera di atas permukaan cekungan di bawahnya.

Deretan angka di sisi barat itu angka 12-6 lalu sebaliknya, di bagian timur, angka satu sampai enam.

Jadi kalau matahari pas persis jam 12.00 dan langit cerah, bayangan jarum akan tepat di tengah tengah di antara deretan tersebut.

"Kalau menggunakan jam matahari seperti untuk menentukan salat Zuhur dilihat dari tergelincirnya matahari," bebernya.

Sedangkan kalau Magrib ditandai dengan terbenamnya matahari dan kalau subuh ditandai dengan terbitnya fajar.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved