Wayang Kulit Palembang

Palembang memiliki berbagai kesenian seperti Wayang Kulit Palembang. Namun sayangnya Wayang Kulit Palembang ini masih belum dikenal luas.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Ki Agus Wirawan Rusdi saat tampil di Gunz Cafe, Minggu Malam (26/1/2020). 

TRIBUNSUMSELWIKI.COM - Palembang memiliki berbagai kesenian, satu diantaranya adalah wayang kulit Palembang.

Sayangnya, wayang kulit Palembang ini masih belum dikenal luas oleh masyarakat.

Bahkan banyak yang belum tahu kalau Palembang juga memili wayang kulit.

Terlebih tak banyak yang mau menjadi dalang untuk wayang Palembang ini.

Dalang yang masih aktif hingga sekarang yaitu Ki Agus Wirawan Rusdi.

Informasi

Hingga kini wayang kulit Palembang masih terus dilestarikan oleh Ki Agus Wirawan Rusdi.

Ki Agus Wirawan Rusdi saat tampil di Gunz Cafe, Minggu Malam (26/1/2020).
Ki Agus Wirawan Rusdi saat tampil di Gunz Cafe, Minggu Malam (26/1/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

Ki Agus Wirawan Rusdi atau yang sering di sapa Wirawan merupakan anak dari Rudi Rasyid (alm) dan kakeknya bernama Abdul Rasyid (alm), yang kesemuanya merupakan dalang Wayang Kulit Palembang.

Wirawan menggeluti wayang kulit Palembang ini sejak 2004 dan baru berani tampil ke publik sejak 2006.

Hingga kini Wirawan masih aktif memainkan wayang kulit Palembang.

Sejarah

Berdasarkan cerita dan catatan di Museum Wayang di Jakarta bahwa wayang kulit sudah ada sejak abad ke 17 masehi.

Pertama bukti fisik wayang kulit ada di Museum Wayang Jakarta.

Tetapi wayang kulit baru masuk Palembang pada tahun 1900-an yang merupakan budaya kulturasi dari kesenian wayang Jawa.

Sebab pada dasarnya budaya Palembang dan Jawa memiliki kesamaan tertentu.

Kesenian wayang kulit Palembang ini diperkenalkan oleh Abdul Rasyid (alm), seorang dalang sekitar tahun 1950.

Kemudian dilanjutkan oleh Rudi Rasyid pada 1980 dan kini oleh Ki Agus Wirawan Rusdi sejak 2004 hingga kini.

Ki Agus Wirawan Rusdi.
Ki Agus Wirawan Rusdi. (Tribunsumselwiki/Linda)

Wirawan menjadi dalang dikarenakan posisinya sebagai anak paling tua yang mewarisi tongkat kepemimpinan.

Perbedaan Wayang Jawa dan Wayang Palembang

Perbedaan wayang kulit Palembang dan wayang kulit Jawa dari segi dialog.

Jika wayang kulit Jawa memakai bahasa Jawa, sedangkan wayang kulit Palembang menggunakan bahasa Palembang.

Kemudian dari ciri khasnya lewat pakaian yang warnanya tidak ada di Jawa.

Kalau Palembang dominan warna merah dan hijau.

Lalu warna karakter wayang, kalau Jawa kuning keemasan, sedangkan Palembang kuning tembaga.

Kebanyakan memang mirip dan terjadi klasik.

Menurut sejarah, wayang kulit Palembang biasanya diiringi seperangkat Gamelan dengan lantunan harmoni tanpa sinden atau penyanyi tradisional, begitupun pagelaran wayang kulit Jawa.

Lalu dari segi karakternya sama seperti cerita Ramayana ataupun Gatotkaca, dengan cerita karangan.

Ada Ritual Khusus

Zaman dahulu waktu wayang kulit Palembang masih tenar, saat akan melakukan penyelengaraan acara Wayang Kulit ada ritualnya.

Sebab kalau zaman dahulu kalau pagelaran wayang kulit diadakan semalam suntuk.

Ritual khusus yang dilakukan seperti rutinitas membakar kemenyan di malam Jumat Kliwon dan bakar ayam dengan nasi kunyit.

Namun untuk sekarang ritual tersebut tidak diadakan lagi, sebab pertunjukan wayang kulit ini hanya beberapa menit saja, yakni 10 menit sampai 30 menit.

Bantuan wayang kulit dari UNESCO

Pada 2002, UNESCO memberi sumbangan seperangkat wayang berikut dana pembinaan dari UNESCO.

Ini berkat kerja sama dengan Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (Senawangi).

Wayang tersebut diberikan kepada Ki Dalang Rusdi Rasyid.

Kalau saja UNSECO tidak memberikan bantuan maka sangat boleh jadi nasib Wayang Kulit Palembang benar-benar mati untuk selamanya.

Sebab, sejak rumah Rusdi Rasyid yang ada di gang kecil di daerah Tangga Buntung, Kecamatan Gandus, terbakar pada tahun 1980-an, maka otomatis ikut menghanguskan semua peralatan wayang yang ada.

Sejak itu pula wayang Palembang hilang dari peredaran.

DKP akan Pertahankan Wayang Kulit Palembang

Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) yaitu Mgs Iqbal Rudianto sebagai pihak yang bertanggung jawab melestarikan budaya-budaya asli Palembang.

Iqbal berokomitmen untuk mempertahankan kesenian cerita wayang kulit Palembang dengan cara menggelar kegiatan rutin.

Paling utama, supaya sejarah tidak hilang adalah dengan tetap menjaga dan memviralkan sesuai zaman.

Misal wayang kulit Palembang yang selama ini ada di acara formal, maka kini transisi ke acara anak muda, masuk ke tempat nongkrong seperti cafe.

Selanjutnya, rencana terbaik adalah dengan menggagas ide baru dengan membawa tradisi dan sejarah menjadi ikonis di tempat makan ataupun tempat ngumpul remaja dan anak-anak millenials.

Info Detail

  • Nama : Wayang Kulit Palembang
  • Nick Name : Wayang Palembang
  • Wayang Kulit Palembang ada di : Sanggar Sri Palembang
  • Alamat : Jalan Pangeran Si do ing lautan RT. 10 nomor 234. Lorong Ceklatah, Tangga Buntung
  • Kelurahan : 36 Ilir
  • Kontak : 0821 7232 7444

Sumber :
• Dalan Wayang Palembang Ki Agus Wirawan Rusdi
• Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) yaitu Mgs Iqbal Rudianto 

(Tribunsumselwiki.com/Linda)

Ikuti kami di
KOMENTAR
145 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved