Wayang Kulit Palembang

Palembang memiliki berbagai kesenian seperti Wayang Kulit Palembang. Namun sayangnya Wayang Kulit Palembang ini masih belum dikenal luas.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy
Tribunsumselwiki/Linda
Ki Agus Wirawan Rusdi saat tampil di Gunz Cafe, Minggu Malam (26/1/2020). 

Jika wayang kulit Jawa memakai bahasa Jawa, sedangkan wayang kulit Palembang menggunakan bahasa Palembang.

Kemudian dari ciri khasnya lewat pakaian yang warnanya tidak ada di Jawa.

Kalau Palembang dominan warna merah dan hijau.

Lalu warna karakter wayang, kalau Jawa kuning keemasan, sedangkan Palembang kuning tembaga.

Kebanyakan memang mirip dan terjadi klasik.

Menurut sejarah, wayang kulit Palembang biasanya diiringi seperangkat Gamelan dengan lantunan harmoni tanpa sinden atau penyanyi tradisional, begitupun pagelaran wayang kulit Jawa.

Lalu dari segi karakternya sama seperti cerita Ramayana ataupun Gatotkaca, dengan cerita karangan.

Ada Ritual Khusus

Zaman dahulu waktu wayang kulit Palembang masih tenar, saat akan melakukan penyelengaraan acara Wayang Kulit ada ritualnya.

Sebab kalau zaman dahulu kalau pagelaran wayang kulit diadakan semalam suntuk.

Ritual khusus yang dilakukan seperti rutinitas membakar kemenyan di malam Jumat Kliwon dan bakar ayam dengan nasi kunyit.

Namun untuk sekarang ritual tersebut tidak diadakan lagi, sebab pertunjukan wayang kulit ini hanya beberapa menit saja, yakni 10 menit sampai 30 menit.

Bantuan wayang kulit dari UNESCO

Pada 2002, UNESCO memberi sumbangan seperangkat wayang berikut dana pembinaan dari UNESCO.

Ini berkat kerja sama dengan Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (Senawangi).

Wayang tersebut diberikan kepada Ki Dalang Rusdi Rasyid.

Kalau saja UNSECO tidak memberikan bantuan maka sangat boleh jadi nasib Wayang Kulit Palembang benar-benar mati untuk selamanya.

Sebab, sejak rumah Rusdi Rasyid yang ada di gang kecil di daerah Tangga Buntung, Kecamatan Gandus, terbakar pada tahun 1980-an, maka otomatis ikut menghanguskan semua peralatan wayang yang ada.

Sejak itu pula wayang Palembang hilang dari peredaran.

DKP akan Pertahankan Wayang Kulit Palembang

Ikuti kami di
KOMENTAR
145 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved